0

RIFANFINANCINDO | Inflasi AS Di Depan Mata, Harga Emas Mulai Menanjak

RIFANFINANCINDO BERJANGKA PEKANBARU – Menyambut imlek, harga emas kembali menanjak di awal sesi Asia hari Senin (12Januari). Kenaikan harga logam kuning ini diikuti dengan penurunan Indeks Dolar AS (DXY) sebanyak 0.11% ke level 90.92. Selain itu, perhatian mata investor sedang tertuju pada pembacaan data inflasi beberapa negara besar minggu ini.

 harga emas 12 Februari 2018

Turbulensi Harga Emas Seminggu Lalu

Jumat kemarin, harga emas kembali mencoba turun menembus level terendah mingguan yang tercipta pada hari Kamis sebelumnya. Melihat keterkaitannya yang erat dengan USD, harga emas juga akan mengalami fluktuasi seiring dengan baik buruknya perekonomian AS. Greenback sempat menguat seminggu belakangan ini, karena banyak para investor mulai mengalihkan dana ke investasi safe haven pasca pergerakan dramatis di pasar bond dan ekuitas.

Turbulensi market belakangan ini berhubungan dengan spekulasi naiknya suku bunga Fed yang lebih cepat dari perkiraan. Ekspektasi tersebut berimbas pada penurunan harga emas, mengingat suku bunga yang bertambah juga akan mengungkit biaya peminjaman dan penyimpanan aset seperti emas.

Dolar AS mendapat support tambahan setelah hasil kongres menyetujui rencana anggaran dana dari presiden AS, Donald Trump. Perencanaan anggaran dana ini mengakhiri Government Shutdown yang terjadi 24 jam sebelumnya.

Menanti CPI AS

Jason Cerisola dari MKS PAMP Group Trader mengatakan,”Harga emas akan naik di awal minggu ini, sambil menunggu data CPI AS yang akan keluar pada hari Rabu.” Jason juga menambahkan jika data CPI sangat terkait dengan inflasi, yang merupakan sumber kecemasan dan salah satu penyebab tingginya volatilitas pasar.

Minggu lalu, emas kehilangan tajinya seiring dengan jatuhnya pasar ekuitas. Dow Jones Industrial Average sempat jatuh lebih dari 1,000 poinhanya dalam dua sesi pasar. Eugene Weinberg, Head of Commodity Research di Commerzbank mengutarakan, “Semakin lama krisis pada pasar ekuitas terjadi, maka akan semakin tinggi permintaan untuk aset safe haven.”

Namun menurut Jasper Lawler, Head of Research di London Capital Group, para trader harusnya tidak terlalu berharap pada terbentuknya High baru. Menurutnya, emas dapat mencetak High baru jika terdapat rilis inflasi yang lebih tinggi dan suku bunga AS relatif rendah.

Senada Dengan Perak Dan Emas Berjangka

Kenaikan harga emas diikuti oleh naiknya harga perak hingga ke 16.47. Pertumbuhan yang hampir mencapai 1% tersebut terjadi di awal sesi Asia hari ini. Sementara itu, Emas berjangka untuk bulan April telah naik 0.81% ke kisaran 1,326.30 USD. Jejak kenaikan tersebut direkam dari divisi Comex di New York Mercantile Exchange.

Hingga berita ini dituliskan, harga emas sedang bertengger di kisaran 1,323.90 USD per troy ounce, naik sebesar 0.62% dari pembukaan markettadi pagi.

Untuk emas Antam sendiri, harga hari ini dibuka di Rp636,000, atau turun 1,000 Rupiah dari akhir penutupan minggu lalu yang menampilkan harga buyback di Rp567,000 per gram. ( Mbs-rifan financindo berjangka )

 

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex

Tinggalkan Balasan