Investasi Emas Berotasi Seperti 2011, Harga Bisa Naik Kembali

Rifan Financindo Berjangka – Para manajer investasi dalam 10 hari terakhir ini terus menumpuk posisi beli mereka atas Emas. Alhasil harga Emas berpotensi membumbung kembali dan diperkirakan akan mengulang kenaikan harga emas ditahun selanjutnya.

FINANCEROLL ? Kenaikan investasi emas saat ini seperti melakukan rotasi lima tahunannya kembali. Posisi beli yang dilakukan sejumlah manajemen investasi tercatat yang paling tinggi sejak 2011 silam. Tidak tanggung-tanggung, naik 27% hingga 3 Mei kemarin. Beberapa hari sebelum pihak Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah kenaikan lapangan kerja dalam posisi paling sedikit selama tujuh bulan terakhir ini. Kabar ini tentu semakin mendinginkan upaya The Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga kembali. Kabar yang menggembirakan bagi investor emas yang berharap terjadi kenaikan harga emas.

Disaat harga emas mengalami koreksi, bahkan ke posisi termurahnya dalam sepekan ini, para manajer investasi justru menambah posisi beli mereka pada produk ETP emas sebanyak 50 metrik ton. Ini merupakan angka terbesar dalam sepuluh hari terakhir, dan terpanjang aksi beli yang dilakukannya sejak dua bulan ini. Menurut Bloomberg, kepemilikan ETP Emas meningkat 4,13 ton menjadi 1.803,7 ton pada Senin (09/05). Kenaikan aset emas ini sebesar 23% di tahun ini, tertinggi sejak Desember 2013.

Para manajer investasi ini melihat peluang jangka panjang dari harga emas ini. Sejak awal tahun ini saja harga emas telah mengalami kenaikan 19%. Melambatnya perekonomian global menjadi sumber keyakinan yang utama. Selain itu sikap the Federal Reserve yang masih menimbang-nimbang untuk menaikkan suku bunga kembali menjadi pijakan yang kuat. Keyakinan The Fed untuk menaikkan suku bunga kembali mengalami penurunan, dari 90% pada bulan Januari menjadi tinggal 50% saja saat ini yang yakin suku bunga akan naik. Harapan investor ini juga berkaca pada pernyataan Bank Dunia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini hanya akan sebesar 2,5%, lebih rendah dari harapan sebelumnya sebesar 2,9%.

Kombinasi yang sangat baik bagi tren perdagangan emas, sikap adem ayem The Fed dan pertumbuhan ekonomi dan inflasi global yang masih rendah. Ini membuka peluang harga emas bisa mengulang kenaikan sebegaimana sesudah tahun 2011. Sentimen negatif bagi kenaikan harga emas memang masih didominasi isu suku bunga AS. Selain itu membaiknya perekonomian global disisi lain akan memberikan tekanan bagi harga emas mengingat kondisi ini akan membuat investor berani melakukan investasi yang beresiko,?risk appetite?? terutama di pasar saham. Penguatan dolar AS sebagai dampak tren kenaikan suku bunga AS berimbas pada ?kenaikan? harga investasi bagi investor khususnya yang berasal dari negara dengan mata uang bukan Dolar AS. Hal ini yang membuat mereka enggan melakukan pembelian emas manakala Dolar AS sedang kuat.

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/investasi-emas-berotasi-seperti-2011-harga-bisa-naik-kembali/