INVESTOR LOKAL AMBIL UNTUNG, PASAR UANG DOMESTIK BERGERAK VARIATIF

shadow

Financeroll?– Pada perdagangan Kamis (5/9) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore menguat sebesar 23 poin menjadi Rp 11.743 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 11.766 per dolar AS.? Faktor teknikal menjadi salah satu pendorong mata uang rupiah menguat terhadap dolar AS di pasar valuta asing domestik.? Sementara ?Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 18 poin lantaran ?aksi ambil untung investor lokal. Indeks pun menjauh dari posisi rekor barunya yang dicetak kemarin.? Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 1,154 poin (0,02%) ke level 5.225,289 setelah kemarin cetak rekor tertinggi.

Belum ada sentimen fundamental atau pun data-data ekonomi yang mampu menopang rupiah, penguatan rupiah cenderung karena faktor teknikal setelah dalam beberapa hari terakhir mengalami koreksi.? Pelaku pasar uang di dalam negeri saat ini masih menanti kepastian kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.? Secara teori, naiknya harga BBM subsidi dapat menggerus defisit neraca perdagangan Indonesia, pasar akan menilai positif itu dan dampak terhadap rupiah akan baik.? Penguatan rupiah masih rentan, potensi terdepresiasi masih cukup terbuka menjelang publikasi data tingkat pekerjaan AS yang diperkirakan menunjukkan kenaikan.? Kenaikan tingkat pekerjaan AS itu seiring adanya ekspansi pada industri sektor jasa.

Meningkatnya ?tingkat suku bunga AS akan membuat keluarnya dana-dana di negara berkembang masuk ke pasar keuangan AS.? Seiring penguatan di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah Bank Indonesia mata uang domestik ini juga bergerak menguat menjadi Rp 11.760 dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 11.781 per dolar AS.

Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi I, IHSG menipis 7,119 poin (0,14%) ke level 5.217,016. Investor melepas saham-saham yang kemarin sudah naik cukup tinggi.? Aksi beli selektif sempat membawa IHSG ke zona hijau, sampai ke titik tertingginya di level 5.232,663. Indeks masih belum bisa tembus rekor?intraday?tertingginya sepanjang masa di 5251,296 yang diraihnya pada Selasa 21 Mei 2013.

Pada akhir perdagangan, Kamis (4/9), IHSG berkurang 18,813 poin (0,36%) ke level 5.205,322. Sementara Indeks unggulan LQ45 turun 4,445 poin (0,55%) ke level 885,286.? Perdagangan hari ini didominasi aksi jual investor lokal. Investor asing masih berburu saham, transaksi asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai lebih dari Rp 200 miliar di pasar reguler.

Rata-rata bursa Asia menutup perdagangan di zona merah. Pelaku pasar menyiapkan posisi menyambut hasil pertemuan Bank Sentral Eropa alias European Central Bank (ECB).? Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini:? Indeks Nikkei 225 melemah 52,17 poin (0,33%) ke level 15.676,18, Indeks Hang Seng menipis 20,03 poin (0,08%) ke level 25.297,92, Indeks Komposit Shanghai menguat 18,23 poin (0,80%) ke level 2.306,86, dan? Indeks Straits Times berkurang 8,04 poin (0,24%) ke level 3.340,73.

Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran?top gainers?di antaranya adalah Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 520 ke Rp 3.020, Mayora (MYOR) naik Rp 425 ke Rp 30.900, Pool Advista (POOL) naik Rp 375 ke Rp 1.875, dan Surya Essa (ESSA) naik Rp 295 ke Rp 3.485.

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/investor-lokal-ambil-untung-pasar-uang-domestik-bergerak-variatif/