Isyarat Menguat, Dolar Naik Dan Emas Tertekan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA?? Wakil Gubernur Bank Sentral? AS, Stanley Fischer mengisyaratkan untuk menimbang kenaikan suku bunga pada tahun 2016. Dikatakan olehnya bahwa perekonomian AS sejalan dengan target yang ditetapkan oleh bank sentral sebelumnya.

Dalam sebuah kesempatan di Colorado pada hari Minggu (21/08/2016), Fischer menegaskan pertumbuhan ekonomi sesuai dengan harapan dan target pemerintah. Kedepannya, tetap diharapkan pertumbuhan bisa menguat di kwartal selanjutnya. Sebagaimana pulihnya sektor investasi dan meluruhnya apresiasi dolar AS. Fischer memang tidak secara rinci memberikan pandangannya mengenai proyeksi suku bunga.

Pernyataan wakil gubernur ini sangat menarik dicermati. Mengingat kurang dari sepekan lagi, tepatnya pada 26 Agustus nanti, pasar akan menanti pernyataan dari Gubernur Bank Sentral Janet Yellen. Pada acara pertemuan antar bank-bank sentral di Jackson Hole. Para pelaku pasar menunggu dengan harap bisa mendapatkan isyarat yang kuat mengenai kapan tepatnya suku bunga akan dinaikkan. Pertimbangannya saat ini perekonomian telah mengalami pertumbuhan yang moderat, lapangan kerja yang membaik dan inflasi yang tumbuh pelan.

Kemunculan pernyataan Fischer ini menimbulkan riak pada pemukaan kolam yang tenang. Yellen sendiri nampaknya tidak akan banyak komentar yang bisa mengarahkan pasar mengenai rencana kenaikan suku bunga saat di Jackson Hole nanti. Setidaknya dengan pernyataan Fischer ini, pasar merasakan ada pedoman yang lebih berarti.

Secara resmi, The Federal Reserve menaikkan suku bunga menjadi 0,25% hingga 0,5% pada Desember kemarin. Ini merupakan kenaikan yang pertama kali dalam tujuh tahun terakhir. Dalam lima kali pertemuan reguler Bank Sentral AS ditahun ini, diputuskan untuk tidak mengubah suku bunga sebagaimana saat ini. Pada pertengahan tahun ini, prediksi yang berkembang adalah ditahun 2016 ini setidaknya akan ada dua kali kenaikan suku bunga kembali. Sebagian besar menilai suku bunga baru akan dinaikkan pada akhir tahun ini. Keputusan untuk menaikkan suku bunga diperkirakan akan dilakukan pada pertemuan rutin Federal Open Market Committee (FOMC) pada 20-21 September nanti. 20-21, and will convene again in November and December.

Landasan kemungkinan kenaikan suku bunga akan dilakukan menurut Fischer adalag kondisi lapangan kerja AS yang bisa bertahan ditengah guncangan-guncangan ekononomi, sementara pertumbuhan ekonomi AS sendiri dipandangnya rata-rata telah membaik. Memang target inflasi 2 persen yang dicanangkan oleh The FED belum tercapai. Namun menurut Fischer bahwa Bank Sentral lebih suka berpatokan pada kenaikan harga dengan menanggalkan faktor harga makanan dan energi. Diangka 1,6% seperti saat ini, tentu sangat menjanjikan dan mengarah ke target 2% tersebut.

Masalah inflasi ini memang menjadi bahan utama perdebatan diantara para pejabat The FED dalam pertemuan mereka dibulan Juli kemarin. Sebagian besar optimis bahwa pertumbuhan akan mengarah sebagaimana yang disasarkan sebesar 2% dalam jangka menengah. Sebagian kecil suara dikalangan eksekutif bank sentral tersebut menilai adanya potensi penurunan yang bakal terjadi. Fischer merupakan salah satu pihak yang cukup yakin dengan kenaikan inflasi dimasa mendatang, sehingga dia berkeyakinan perlu adanya persiapan untuk melakukan normalisasi suku bunga.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Sumber :?financeroll