Jelang Rapat Bank Sentral, GBP/USD Masih Bernuansa Politis

Pekanbaru – Sesi perdagangan awal pekan ini (30/1) kalem, ditandai dengan posisi Poundsterling yang nyaris tak bergeming versus Euro di sekitar 0.8531. Sedangkan terhadap Dolar AS, Pound telah memasrahkan gain yang diperolehnya pagi tadi dan menyentuh level rendah baru pada 1.2514. Sentimen pasar agaknya campur aduk, bergelut dengan berbagai sentimen politis menjelang rapat penting beberapa bank sentral pekan ini.

Poundsterling

Ada Peluang Pounds Menguat

Dilansir oleh Poundsterling Live, ada potensi bagi Pounds untuk menguat, karena Gross Domestic Product (GDP) pasca referendum Brexit yang di atas ekspektasi berarti bank sentral Inggris bisa jadi merevisi naik forecast pertumbuhan ekonomi. Yang akan jadi pertanyaan adalah apakah proyeksi inflasi juga dinaikkan. Kenaikan proyeksi inflasi akan menghantarkan pada peningkatan ekspektasi kenaikan suku bunga BoE dan perubahan pose dari netral menjadi hawkish, yang mana hal ini dapat mendorong Pounds lebih tinggi.

Akan tetapi, Dolar dan Sterling masih menjadi mata uang politis, sehubungan dengan para analis yang tetap memantau perkembangan proses Brexit dan kebijakan-kebijakan Presiden Donald Trump yang kontroversial.

“Rasanya aneh melihat GBP ber-performa begitu bagi ketika jalan menuju ‘hard Brexit’ tetap menjadi pilihan; secara strategis, kami tetap bearish pada GBP/USD dan memantau katalis baru (yaitu kekuatan Dolar) untuk melihat kemungkinan pergerakan jangka pendek kembali ke level 1.24,” ujar Viraj Patel, pakar strategi FX di ING, sebuah korporasi finansial multinasional asal Belanda.

Jelang FOMC Dan Super Thursday

Federal Reserve akan menghelat rapat kebijakan (FOMC) pada tanggal 1 Februari, di mana pasar tak memperkirakan akan terjadi perubahan suku bunga. Rapat FOMC esok takkan diikuti oleh pidato ketua FED Janet Yellen, walaupun sebuah statement biasanya tetap diterbitkan untuk memberitahukan pandangan bank sentral AS itu mengenai perkembangan ekonomi terkini.

Sejumlah bank sentral lain juga akan mengadakan rapat kebijakan di markasnya masing-masing, termasuk Bank of Japan. Super Thursday Bank of England pada tanggal 2 Februari bukan hanya diharapkan merilis revisi proyeksi pertumbuhan, melainkan juga pengumuman suku bunga, laporan inflasi, dan pidato pimpinan BoE. Di sisi lain, Dewan Gubernur European Central Bank dijadwalkan menggelar rapat non-kebijakan moneter pada kurun waktu yang sama di Frankfurt.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : Rifan Financindo

Sumber : seputarforex