Rupiah Menguat ke Posisi Rp 13.264/USD

Rifan Financindo Berjangka ??Pergerakan nilai tukar rupiah terpantau bergerak menguat pada tengah hari perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini di pasar?spot exchange sebesar Rp 13.056 per dolar AS atau menguat 75,5 poin (0,57 persen). Kurs rupiah hari ini dibuka di level Rp 13.032,5 dan diperdagangkan dengan kisaran Rp 12.984 ? Rp 13.070 per dolar AS. Sejak awal tahun hingga saat ini, rupiah terapresiasi 5,31 persen.

Merujuk data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah hari ini berada di kurs tengah Rp 13.029, menguat 130 poin dari perdagangan sebelumnya Rp 13.159.? Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp 13.094 (kurs jual) dan Rp 12.964 (kurs beli).? Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (7/3) pagi ini di Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus menguat.

Berdasarkan situs resmi BRI pukul 09.00 WIB, rupiah berada pada posisi kurs beli Rp 12.955 per dolar AS, sementara posisi kurs jual Rp 13.105 per dolar AS. Dibandingkan Jumat (4/3) pukul 09.00 WIB, posisi kurs beli Rp 13.085 per dolar AS atau menguat 130 poin, sementara posisi kurs jual Rp 13.235 per dolar AS atau menguat 130 poin.
?
Sementara itu, nilai tukar rupiah dengan mata uang lain, antara lain:? Dolar Australia: kurs beli Rp 9.553,78; kurs jual Rp 9.751,85, Dolar Singapura: kurs beli Rp 9.371,13; kurs jual Rp 9.545,43,? Yen Jepang : kurs beli Rp 112,85; kurs jual Rp 117,12, dan? Euro Eropa: kurs beli Rp 14.183,71; kurs jual Rp 14.448,81.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menilai penguatan nilai tukar rupiah yang mencapai tiga persen hingga awal Maret 2016, didorong oleh percepatan realisasi belanja fiskal pemerintah.? Menurut Agus, pembentukan laju pertumbuhan ekonomi selama dua bulan pertama tahun ini, sebagian besar disumbang dari pencairan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016.

Kontributor lain terhadap pertumbuhan seperti konsumsi domestik, dan investasi swasta, menurut Agus, belum begitu menunjukkan perbaikan signifikan.? Realisasi APBN, khususnya belanja modal pemerintah, seharusnya mendorong swasta untuk ekspansi bisnisnya, sehingga pada akhirnya dapat menumbuhkan sektor riil. Dilihat dari fundamen ekonomi, para investor juga, mengapresiasi perbaikan aspek lain dari reformasi struktural perekonomian domestik.

Misalnya, laju iflasi, hingga akhir Februari terkendali dan secara tahun ke tahun (year on year/yoy) berada di proyeksi BI di 4 persen plus minus satu persen.? Dari sisi neraca transaksi berjalan, ada perbaikan dari 2,9 persen terhadap PDB (pada 2014 turun ke sekitar 2 persen (akhir 2015), itu yg membuat optimisme dunia ke Indonesia.

Hingga awal Maret 2016, dana asing yang masuk ke pasar surat berharga negara maupun pasar modal, kata Agus, sebesar Rp 35 triliun.? Di pekan keempat Februari 2016 memang ada?reverseal?(pembalikan modal) sebesar Rp1,5 triliun. Tapi itu lebih karena ulah?trader?yang ingin ambil untung saja.? Kurs tengah BI pada Jumat siang menunjukkan nilai tukar rupiah sebesar Rp13.159 per dolar AS, menguat dibandingkan Kamis (3/3) sebesar Rp 13.260.? Sedangkan pada transaksi antarbank di Jakarta, Jumat pagi, nilai tukar menguat sebesar 72 poin menjadi Rp 13.160 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 13.232 per dolar AS.

Penguatan rupiah juga terlihat berdasarkan data ?Limas yang siang hari ini berada di level Rp 13.267/USD atau makin kokoh dibanding penutupan kemarin di level Rp 13.287/USD .

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp 13.265/USD. Posisi ini tercatat semakin menguat dari posisi sebelumnya di level Rp 13.298/USD dengan peningkatan sebesar 33 poin.

Dolar AS mengalami pelemahan terhadap sebagian mata uang dunia, termasuk rupiah di tengah penantian investor terhadap pemungutan suara apakah tetap di Uni Eropa (EU) atau keluar.

Hasil polling Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit) terbaru menunjukkan jumlah responden yang memilih Inggris keluar sebesar 44%. Jumlah responden yang memilih bertahan masih unggul sebesar 45%, namun keunggulan tersebut sangat tipis.

Penguatan mata uang domestik juga ditopang oleh harga minyak mentah yang kembali menguat. Terpantau harga minyak jenis WTI Crude berada naik 0,65% menjadi USD 49,45 per barel dan Brent Crude naik 0,54% ke posisi USD 50,15 per barel.

Sementara itu, menjelang referendum Inggris, volatilitas pasar uang di dalam negeri relatif masih stabil. Beberapa kebijakan yang telah diambil pemerintah menjadi salah satu faktor yang menjaga fluktuasi rupiah.

Sentimen mengenai penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) dan relaksasi ketentuan Loan to Value Ratio (LTV) masih terasa dampak positifnya sehingga apresiasi rupiah kembali terjadi.

?( Mbs-Rifan Financindo Berjangka )

Sumber : mandirifx.com