Kecemasan Tentang Proteksionisme AS Memudar, Emas Melandai Lagi

Rifan Pekanbaru – Bursa saham Asia yang telah mendapatkan dukungan dari sinyal kuat pertumbuhan ekonomi global serta pudarnya kecemasan terkait proteksionisme AS menyebabkan harga emas di sesi Asia pada hari Selasa (21/03) kembali melandai. Padahal, sejauh ini harga emas telah rebound sebesar 35 Dolar AS dari level terendahnya beberapa minggu lalu sebelum pengumuman suku bunga AS.

Kecemasan Tentang Proteksionisme AS Memudar, Harga Emas Melandai

Harga Emas Sempat Terangkat Isu Proteksionisme AS

Sebelumnya, isu proteksionisme Donald Trump yang mendominasi topik pembicaran di pertemuan G20 menyebabkan Dolar AS melandai, sehingga harga emas terangkat cukup signifikan. Tidak seperti pertemuan-pertemuan biasanya yang gencar menyuarakan hal terkait perdagangan bebas dan terbuka, pertemuan Menteri Keuangan Dan Pejabat Bank Sentral G20 pekan lalu hanya mengatakan G20 akan bekerja sama untuk memperkuat kontribusi perdagangan terhadap ekonomi dan mereka terkesan pasrah dengan semakin meningkatnya proteksionisme negara Amerika Serikat.

“Sebagian besar pelaku pasar saat ini cemas tentang ketidakpastian kebijakan ekonomi negara maju dan mengkhawatirkan dampak kebijakan proteksionisme terhadap perbaikan ekonomi global,” kata Menteri Keuangan China, Xiao Jie yang menghadiri pertemuan G20.

Selain itu, peningkatan harga emas selama sesi perdagangan semalam tersokong pula oleh berita bahwa Perdana Menteri Inggris, Theresa May akan memulai proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa pada tanggal 29 Maret. Menurut Agence France Presse, pejabat Uni Eropa mengatakan, “Semuanya sudah siap untuk proses Brexit”.

Pasar Tunggu Pernyataan Pejabat Penting The Fed Dan Yellen

Sebagian besar pelaku pasar akan memberikan perhatian mereka pada serangkaian pernyataan serta komentar pejabat penting, termasuk ketua The Fed Janet Yellen pada hari Kamis mendatang.

Berdasarkan keterangan dari Presiden The Fed Chicago, Charles Evans hari Senin kemarin, untuk memutuskan apakah The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga-nya lagi, kemungkinan besar bank sentral ini menunggu hingga pertemuan FOMC pada bulan Juni. Charles Evans menambahkan, The Fed membutuhkan waktu untuk mencerna dan menilai kembali data ekonomi serta finansial AS sebaik mungkin, sembari menantikan kejelasan rencana kebijakan fiskal Donald Trump.

Saat berita ini ditulis, pair XAU/USD diperdagangkan turun ke kisaran level harga 1,228 Dolar AS dan harga emas berjangka pada Comex terkoreksi sebesar 0.49 persen menjadi 1,227 Dolar AS per troy ons. Meski demikian, harga emas batangan milik PT Aneka Tambang (Antam), Tbk justru naik ke Rp 585,000.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex