RIFAN FINANCINDO PEKANBARU | Kenaikan Harga Emas Dibayangi Rilis Data Ekonomi AS

RIFAN FINANCINDO¬†PEKANBARU¬†–¬†Gejolak yang terjadi di pasar saham membuat sebagian investor melarikan dana ke aset safe haven seperti emas. Akibatnya, harga emas naik dan Dolar AS melemah karenanya. Memasuki sesi Eropa Kamis (11/Okt) sore, harga emas futures naik 0.2 persen ke $1,195.90, sementara grafik XAU/USD di bawah ini menunjukkan kenaikan ke 1196.87. Akan tetapi, harga emas spot turun 0.2 persen ke $1,192.58 per troy ons pada pukul 11:30 WIB.

xu

Jebloknya Pasar Saham

Dolar AS melemah karena para investor lebih memilih safe haven lain seperti Yen Jepang dan emas. Hal ini dipicu oleh jebloknya saham-saham AS. Peringatan IMF tentang meningkatnya risiko stabilitas finansial global dan ketidakpastian akibat perang dagang, membangkitkan kekhawatiran di kalangan investor. Mereka pun menjual saham-saham, hingga menyebabkan indeks S&P500 merosot 3 persen.

emas

“S&P500 tampak sangat lemah dan negatif sehingga membuat para investor ketakutan,” kata Michael Matousek dari US Global Investors. “Pasar yang merosot seperti ini membuat orang-orang mengalokasikan (investasinya) ke emas.”

Antisipasi Data CPI AS

Namun demikian, para analis juga mengingatkan bahwa kenaikan harga emas kali ini, masih dibayangi oleh rilis data ekonomi AS yang berpotensi menjadi penunjang kenaikan suku bunga The Fed.

Kemarin malam, data inflasi produsen AS untuk bulan September 2018 dilaporkan naik, memperbaiki penurunan di bulan sebelumnya. Sedangkan malam nanti, data inflasi konsumen (CPI)–yang menjadi salah satu pertimbangan utama bank sentral untuk menentukan kenaikan suku bunga–akan dirilis.

“Kenaikan suku bunga bukanlah kabar baik bagi emas. Orang-orang lebih suka membeli obligasi US Treasury daripada emas, meskipun pasar ekuitas sedang dilanda aksi jual,” kata Ronald Leung, analis Lee Cheong Gold Dealers di Hong Kong.

“The Fed diekspektasikan akan menaikkan bunga di bulan Desember, tetapi kami tidak yakin dengan kenaikan lagi setelah itu, karena kita perlu mempertimbangkan dampak perang dagang terhadap ekonomi AS. Selain itu, pemilu parlemen AS bulan depan juga merupakan faktor yang krusial.”

( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

 

Lihat : rifan-pekanbaru

 

Sumber : seputarforex