Rifanfinancindo Pekanbaru | Ketenagakerjaan Kurang Impresif, Aussie Tetap Mendaki

Rifanfinancindo berjangka pekanbaru – Data Ketenagakerjaan Australia yang dirilis pada awal perdagangan sesi Asia hari Kamis ini (15/Februari) menunjukkan performa medioker. Akan tetapi, Dolar Australia tetap melanjutkan relinya, sementara Dolar AS diterpa sentimen buruk bertubi-tubi. Saat berita ditulis, pasangan mata uang AUD/USD naik 0.10% ke 0.7933; menuju level tertinggi sepuluh hari.

Dolar Australia

Australian Bureau of Statistics (ABS) melaporkan bahwa jumlah orang yang mendapatkan pekerjaan di Australia meningkat 16,000 pada bulan Januari 2018. Data Employment Change tersebut secara aktual lebih tinggi ketimbang estimasi awal yang dipatok pada 15,300 saja. Namun demikian, angkanya jauh lebih rendah ketimbang pencapaian di periode Desember dan November tahun lalu, sebagaimana dapat dilihat pada tiga batang terakhir dalam grafik di bawah ini.

Australia Employment Change

Di sisi lain, walau secara keseluruhan ada peningkatan jumlah Employment Change, tetapi komponen data Full Employment Change malah menyusut hingga -49,800 di bulan Januari, dengan data Desember direvisi turun ke 12,700 saja. Juga, meski Tingkat Pengangguran bulan Januari sesuai ekspektasi 5.5%, tetapi data periode Desember direvisi turun ke 5.6%. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja bulan Januari pun selip dari 65.7% ke 65.6%.

Menurut Daniel Dubrovsky dari DailyFX, laporan ketenagakerjaan Australia ini bisa dikatakan agak kurang impresif. Menyusul perilisannya, yield Obligasi Pemerintah Australia bertenor 2-tahunan jatuh; mensinyalkan penyusutan ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA). Namun demikian, ia menilai data kemungkinan hanya punya implikasi terbatas bagi kebijakan bank sentral dalam jangka pendek, karena RBA sudah menyatakan bahwa mereka tak ingin buru-buru menaikkan suku bunga.

Keengganan RBA telah diperhitungkan pasar, sehingga sejalan dengan pertimbangan tersebut, Dolar Australia melanjutkan reli yang telah berlangsung sejak tadi malam, seusai rilis data Inflasi Amerika Serikat. Kenaikan laju Inflasi AS yang jauh melampaui ekspektasi, justru memicu sejumlah kekhawatiran di kalangan pelaku pasar, mendepresiasi Dolar AS, dan mendongkrak nilai mata uang-mata uang rivalnya. ( Mbs-rifan financindo berjangka )

 

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex