Kiat Menghadapi 4 Rintangan Trading Ala Toni Turner

Pekanbaru – Menjadi trader sukses tidak mudah, itu sudah jadi rahasia umum. Yang menjadi bahasan menarik adalah bagaimana menempuh jalan ke puncak kesuksesan. Ada banyak cara untuk dilakukan, salah satunya adalah dengan mengambil inspirasi dari trader-trader ahli lain yang lebih dulu berhasil di bidang ini. Jika sebelumnya kita telah belajar bersama Kathy Lien, kali ini kita akan menyimak tips Toni Turner yang ia tuliskan dari pengalamannya sendiri.

Siapakah Toni Turner?

Berkecimpung sebagai trader dan investor di pasar finansial, Toni Turner juga merupakan pengajar trading berpengalaman yang diakui dan telah tampil di banyak forum juga konferensi di Amerika Serikat. Wanita yang mendasarkan pengamatannya pada analisa teknikal ini adalah penulis beberapa buku trading Best-seller seperti A Beginner’s Guide to Day Trading Online, A Beginner’s Guide to Short Term Trading, dan Short-Term Trading in the New Stock Market.

toni turner
Selain keahliannya di kancah teknikal, Toni Turner banyak dikenal sebagai pembicara ulung yang mampu membuat materi rumit menjadi mudah dipelajari. Sejauh ini, ia telah tampil di NBC, MSNBC, CNN, dan CNBC, serta muncul dalam sesi wawancara di majalah Fortune, Stocks and Commodities, SFO, MarketWatch.com, Fidelity Active Trader, dan Bloomberg Personal Finance.

Tujuh belas tahun pengalaman sebagai trader telah mengajarkan banyak hal berharga untuk Toni. Layaknya trader lain yang baru mulai, ia juga menemui banyak kesulitan dan hampir menyerah di awal karirnya.“Jika dari awal saya tahu betapa terjalnya jalan menuju sukses trading, saya akan lebih memilih berjualan lipstick di Macy’s”, demikian katanya. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Toni berhasil menjelma sebagai trader yang meraih keberhasilan dan menemukan kesenangan dalam perjalanannya. Bagaimana cerita lengkapnya? Masih di buku High Profits in High Heels yang juga memuat tips sukses dari Kathy Lien, inilah kiat-kiat Toni Turner.

Kenali Dulu Rintangan Trading

Menurut Toni, skill paling esensial dalam mengarungi karir sebagai trader di pasar finansial adalah kemampuan fokus dan konsentrasi, tahan banting, ketabahan, keahlian dalam perencanaan, serta 110% siap bertanggung jawab atas segala tindakan yang telah dilakukan. Untuk bisa memperoleh berbagai skill tersebut, Toni menuturkan 4 rintangan dalam trading yang wajib dan pasti akan dilalui semua trader:

4 rintangan trading

1. Keberuntungan Pemula Dan Harapan Tak Realistis
Berbicara dari pengalaman teman sesama trader, murid-murid, dan dirinya sendiri, Toni mengklaim rintangan pertama sebagai halangan yang bisa langsung menghempaskan asa trader baru. Tak sedikit yang menyerah setelah gagal menghadapi hambatan ini. Toni sendiri pernah mengalaminya. Di hari pertama trading, Presiden dari Trendstar Trading Group, LLC ini menang besar dan tanpa ragu mempertaruhkan hampir semua modal di posisi berikutnya karena yakin akan profit lagi. Tapi nyatanya, ia kemudian vakum trading selama 2 tahun karena sudah “kena batunya”.

“Jika Anda masih pemula dan mendapat keuntungan berkali-kali dalam waktu dekat, ketahuilah itu cuma keberuntungan pemula.” demikian tuturnya. Toni juga menyarankan untuk jangan pernah percaya bahwa keuntungan besar bisa diperoleh dari kehebatan diri sendiri. Terlalu percaya diri akan membuat Anda menganggap remeh resiko dan berujung pada kehancuran akun trading. “Saat trading Anda berbuah profit, segera ambil sesuai target dan rencanakan trading berikutnya dengan penuh kehati-hatian”, sarannya. (seputarforex.com)

Selain dihinggapi keberuntungan yang cenderung menyesatkan, trader pemula juga rawan diterbangkan angan-angan. Bagaimana bisa? Ini mungkin tak lepas dari iming-iming keuntungan melimpah yang mereka dapatkan saat pertama kali mengenal dunia trading. Hal itu, ditambah dengan keberuntungan pemula yang didapatkan di awal, semakin menambah kepercayaan mereka akan mitos “cepat kaya dengan trading”. Tak jarang, trader pendatang baru menetapkan target profit hingga ratusan persen dari modal awalnya. Bermimpi boleh saja, tapi pahamilah bahwa untuk seukuran pendatang baru yang biasanya tak bermodal besar dan masih belum punya psikologi trading matang, hal itu sangat tak realistis.

harapan tak realistis dalam trading
“Kenyataannya, trader baru umumnya kehilangan modal di tahun pertama atau kedua. Kami menyebutnya ongkos belajar. Karena itu, alih-alih berusaha mendapat profit, pemula sebaiknya fokus belajar trading dengan baik. Karena trading yang baik dengan sendirinya akan menuntun trader pada profit besar.” kata Toni. Sebagai penutup di topik ini, ia tak lupa membubuhkan saran sebagai berikut: Tetapkan target realistis dan berorientasilah pada proses. Selain itu, belajarlah membuat rencana trading efektif dan jika Anda trader harian, gunakan target persentase profit 40% dari keseluruhan trading yang Anda lakukan dalam sehari.

2. Trading Dengan Rasa Takut
Jika Anda sudah melalui rintangan pertama dan tetap bertahan, maka hambatan selanjutnya adalah rasa takut (fear). Setelah mengalami kerugian besar secara tak terduga, Toni Turner juga pernah jatuh di jurang serupa. Dua tahun ia habiskan waktunya untuk bertrading dalam rasa takut. Perubahan harga di pasar tak diresponnya dengan tenang, justru dengan segala macam kecemasan tak berdasar. Maksud hati ingin mengurangi resiko, ketakutan tersebut malah berujung pada tindakan-tindakan yang lebih merugikan lagi. Toni mengungkapkan 4 reaksi berikut ini sebagai buntut dari trading yang diliputi rasa takut:

  • Mengabaikan trading plan
  • Mengacuhkan arah pergerakan harga yang lebih dominan
  • Trading pada kondisi pasar yang kurang menguntungkan
  • Overtrading untuk mengganti kerugian

Setiap trader pasti pernah mengalami loss. Jika Anda sudah berada di titik kerugian yang membuat kondisi mental down, maka ada baiknya untuk berhenti dulu dan menjauh sejenak dari trading. Langkah ini penting agar saat Anda kembali nantinya dapat mengevaluasi kesalahan dengan lebih objektif.

3. Pencarian Holy Grail
“Trader yang bisa bertahan menghadapi 2 goncangan di atas adalah kelompok trader langka dan oleh karenanya pantas mendapat apresiasi”, kata Toni Turner. Setelah melalui masa-masa keberuntungan pemula, ekspektasi tak realistis, serta trading penuh rasa takut, kini tiba saatnya berhadapan dengan masalah berikutnya: Pencarian holy grail. Tanpa sadar, trader yang sudah mengenal fungsi dari beragam analisa akan mencoba menemukan setup trading terbaik untuk menjamin kesuksesan dari waktu ke waktu.

Pertanyaan-pertanyaan seperti: “Apakah EMA lebih baik dari SMA?”, “Jika saya ganti periode RSI dari 14 menjadi 9, akankah sinyalnya lebih baik?, atau “Bagaimana jika saya gabungkan RSI dengan Bollinger Bands?” Adalah hal-hal yang umum dipersoalkan oleh para pencari holy grail. Mereka percaya bahwa holy grail trading itu ada dan bisa dicari dalam indikator-indikator trading. Sayangnya, tak ada indikator, atau kombinasi indikator apapun di dunia ini yang bisa menjamin bahwa trading Anda akan selalu berhasil. Toni menguraikan lebih lanjut bahwa sebenarnya, semakin lama Anda bertrading, maka akan semakin bersih chart Anda dari indikator.

memilih indikator holy grail
“Saya pernah berbicara dengan Presiden dari sebuah institusi trading besar di Texas. Ia mengaku telah membaca hampir semua buku trading, menghadiri ratusan pertemuan antar trader, dan ikut berbagai kursus yang tersedia. Setelah mengevaluasi lusinan teknik pendekatan pasar, ia justru memutuskan untuk mempreteli setiap indikator yang sudah terpasang di chartnya. Kini, ia hanya trading mengandalkan price action dan volume.” demikian kata Toni.

Hal ini bukan berarti Anda harus meniru persis metode trader yang diceritakan Toni Turner di atas. Sebaliknya, Anda bisa bercontoh pada bagaimana trader tersebut menyederhanakan chartnya. “Cara seperti itu (membuat chart trading simpel) bisa membantu mengurangi kebingungan Anda akan sinyal trading yang saling bertentangan. Lagipula, indikator paling dasar dan terpenting adalah harga itu sendiri.” kata Toni.

4. Memantapkan Disiplin, Pengetahuan, Dan Pengalaman
Pada tahap ini, Anda sudah mencapai level expert yang sudah cukup lama trading dan sudah merasakan dampak pasang surut pergerakan harga di pasar. Anda sudah paham bahwa kerugian, meski tak terhindarkan selalu bisa dibatasi. Bahwa ketika harga bergerak melawan posisi Anda, maka itu artinya pasar sedang merespon trading Anda.

Selain itu, Anda juga tak lagi bergantung pada pengamatan ahli karena sudah tahu mereka tak bisa memprediksi pasti kemana harga akan bergerak selanjutnya. Ketika Anda dikuasai rasa serakah atau takut berlebihan, Anda bisa menyadarinya dan tahu bagaimana cara menggantikannya dengan emosi yang lebih tenang dan pastinya menguntungkan buat trading.

trader profesional
Nah, sekarang yang tersisa adalah menjaga bagaimana kondisi seperti itu bisa terus terjaga. Sukses trading pada kenyataannya tak pernah berakhir di satu titik. “Trading memerlukan pembelajaran yang terus berlangsung meski Anda sudah mencapai puncak”, sebut Toni. Tujuan akhir adalah untuk bisa meraih profit konsisten, minggu demi minggu, tahun demi tahun. Namun meski sudah mencapai hal itupun, Anda perlu senantiasa belajar dan menyesuaikan setup untuk mengantisipasi kondisi pasar yang tak pernah statis. Hanya dengan inilah Anda bisa menjadi trader sukses yang sebenarnya. (Artikel ini ditulis oleh Galuh untuk seputarforex.com)

Akhir Kata

Berapa lama waktu yang dibutuhkan seorang trader untuk melalui semua rintangan di atas? “Jawaban mudahnya, lima tahun jika Anda pintar. Sepuluh tahun jika Anda benar-benar cerdas!” tutur Toni. Kenapa trader yang lebih pintar justru membutuhkan waktu lebih lama? Terkait hal itu, Toni berpendapat bahwa mereka yang benar-benar cerdas cenderung kesulitan memahami pergerakan pasar yang sangat volatil dan kadang-kadang tak masuk akal. Lebih lanjut lagi, Toni menyebutkan bahwa lama waktu melalui rintangan trading bisa tergantung pada pemahaman trader terhadap market.

“Jika Anda menerapkan disiplin trading untuk meminimalisir kerugian sejak awal, lalu mempelajari market dengan sungguh-sungguh, maka tak menutup kemungkinan profit konsisten bisa Anda raih dalam waktu 18 bulan hingga 2 tahun. Penting untuk mengobservasi pasar di semua kondisi, yang tentunya tak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Meski butuh waktu, Anda akan memperoleh pengalaman berharga yang jika digabungkan dengan manajemen resiko tepat, adalah kunci sesungguhnya menuju sukses”. demikian menurut Toni. (Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat :PT Rifan Financindo

Sumber : seputarforex