Kilau Emas Makin Redup, Investor Tunggu Serangkaian Data Ekonomi AS

PEKANBARU – Harga emas di sesi Asia pada hari Kamis (22/12) menurun setelah di sesi sebelumnya harga emas ditutup stagnan di level rendah, sejalan dengan penguatan mata uang Dolar AS ke level tertinggi 14 tahunnya. Saat berita ini diturunkan, pair XAU/USD diperdagangkan 1,131 Dolar AS. Akan tetapi, seperti yang dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk naik tipis menjadi Rp 584,000 dari sebelumnya Rp 583,000.

Kilau Emas Makin Redup, Investor Tunggu Serangkaian Data Ekonomi AS

Selama sesi perdagangan kemarin, harga emas stabil di level rendah seiring dengan mundurnya mata uang Dolar AS dari posisi tertingginya. Kondisi tersebut selanjutnya memicu aksi bargain hunter sebagian besar investor terhadap emas karena harga logam mulia ini melandai cukup tajam pada bulan Desember ini.

Pergerakan Harga Emas Masih Bearish

Harga emas pada bulan November lalu telah terhantam keras oleh lonjakan Dolar AS pasca terpilihnya Presiden AS ke-45 Donald Trump dan pidato hawkish beberapa pejabat tinggi the Fed terkait dengan proyeksi kenaikan tingkat suku bunga AS. Harga logam mulia ini telah menurun sebesar 11 persen sejak pilpres AS dan melemah tajam di kisaran harga 1,125 Dolar AS per troy ons.

Harga emas semakin terpuruk dan terseret kuatnya Dolar AS setelah keputusan bank sentral AS untuk menaikkan tingkat suku bunga-nya pada pekan lalu dan mengindikasikan akan adanya rate hike lagi tahun depan. Ditambah lagi, adanya rilis data ekonomi AS kemarin yaitu Existing Home Sales untuk bulan November secara tak terprediksi meningkat ke level tinggi 10 tahun menjadi 5.61 juta dari sebelumnya 5.57 juta. membuat harga emas semakin sulit naik. Sebagian besar pelaku pasar kini tengah menantikan serangkaian rilis data ekonomi AS penting lain, yakni data GDP AS dan Durable Goods Orders (permintaan produk-produk tahan lama) AS.

Sementara itu, harga emas berjangka pada Comex New York Mercantile Exchange untuk pengiriman bulan Februari terpantau melandai ke level 1,132 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman Maret berada di level harga 15.99 Dolar AS per troy ons dan harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Maret mengalami penurunan sebesar 0.10 persen ke level 2.494 Dolar AS per pound.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : Rifan Financindo

Sumber : seputarforex