Klaim Pengangguran AS Semakin Rendah, Greenback Lanjutkan Rally

Pekanbaru – Departeman Tenaga Kerja AS pada awal sesi New York hari Kamis (19/1) merilis laporan Klaim Pengangguran periode mingguan yang secara mengejutkan kembali turun mendekati level terendah dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Greenback langsung menguat drastis terhadap sebagian besar mata uang mayor pada pukul 21:20 WIB malam ini.

Klaim Pengangguran AS Semakin Rendah,

Terdapat 234k warga Amerika Serikat yang mengajukan klaim atas kehilangan pekerjaan sepanjang pekan lalu untuk perhitungan yang berakhir pada tanggal 14 Januari. Jumlah tersebut tentu jauh dibawah ekspektasi ekonom melalui jajak pendapat Reuters yang memprediksi Jobless Claims akan melonjak hingga 252k, sedangkan data periode sebelumnya bertahan di angka 249k.

Pencapaian Jobless Claims sebanyak 234k tersebut termasuk sangat rendah, mengingat pada tahun 2016 lalu level terendah klaim pengangguran terjadi pada pertengahan November yang menjadi Jobless Claims terendah sejak 2014. Data klaim pengangguran yang rilis malam ini menjadi kali ke-3 sepanjang 2017 dan semuanya berada dibawah 250k.

Housing Stats Membaik, Manufaktur Philadelphia Menanjak

Bersamaan dengan rilis data Jobless Claims, ada beberapa data ekonomi penting  lainnya yang semakin menunjukan pemulihan perekonomian Negeri Paman Sam seperti Housing Starts dan Indeks Manufaktur wilayah Philadelphia. Housing Starts atau jumlah rumah baru yang dibangun pada bulan Desember bertambah 11.3 persen menjadi 1.23 juta unit rumah dari periode November yang berjumlah 1.10 juta unit, melampaui estimasi ekonom untuk kenaikan 1.19 juta unit.

Sedangkan Indeks Manufaktur Philadelphia menanjak hingga level 23.6 yang merupakan rekor tertinggi sejak akhir tahun 2014 lalu. Membaiknya Indeks bisnis manufaktur di Philadelphia tersebut bisa menjadi salah satu bukti semakin stabilnya sektor manufaktur AS.

Pasca rilis beberapa data ekonomi penting AS, Greenback terpantau bergerak menguat cukup signifikan. Pair EUR/USD melemah dan sempat menyentuh level terendah harian 1.0588, saat ini diperdagangkan pada harga 1.0614; sedangkan GBP/USD berusaha menguat dan berada di level 1.2314. (Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex