Mau Pipis, Gadis Cantik Disekap, Diperkosa di Atas Kuburan

Ilustrasi Foto: pixabay
Ilustrasi Foto: pixabay

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -? Manado?Kejadian tragis dialami seorang gadis remaja, sebut saja Mawar (18). Warga Kecamatan Bunaken, Manado, Sullut itu menjadi korban aksi perkosaan oleh lelaki berinisial JAD alias Josua (18), warga yang sama.

Dilaporkan Selasa (19/7) kemarin, peristiwa memiriskan ?itu terjadi Minggu (17/5) tengah malam, sekira pukul 23.30 wita, di kuburan dekat rumah korban.

Menurut penuturan korban, sebelum kejadian itu terjadi, dirinya keluar untuk buang air kecil di WC, yang terletak di belakang rumah.

Saat berada didepan pintu WC, tiba-tiba pelaku mucul dari belakang dan langsung membekap mulutnya. ?Dia membekap mulut saya dari belakang. Saat itu juga saya kehilangan kesadaran,? jelas korban.

Sekira satu jam kemudian, korban sadarkan diri. Betapa terkejutnya gadis cantik lulusan salah satu SMA ternama di Kota Manado itu. Pasalnya, dirinya tengah berada di atas kuburan dan pelaku memeluknya.

?Saya sadar sedang tidur tidur di atas kuburan. Dan pelaku tidur disamping saya sambil memeluk tubuh saya,? terang korban.

Meski korban sudah merontah melepaskan diri, pelaku tetap memaksa memeluk. Tapi, korban tidak kehilangan akal. Ia menendang pelaku hingga jatuh dari kuburan lalu melarikan diri.

Setibanya di rumah, korban menyadari jika dirinya telah menjadi korban kekerasan seksual.

?Saya sangat syok dengan peristiwa. Saya sadar telah diperkosa, karena pakaian dalam atas sudah tidak teratur, sementara di celana dalam ada bercak darah. Saya yakin telah diperkosa, karena dia melakukannya di saat saya tidak sadarkan diri,? tutur korban.

Awalnya korban takut menceritakan kepada orang tuanya, tapi kejadian tersebut terus menghantui dirinya. Korban akhirnya menceritakan apa yang dilakukan pelaku terhadapnya.

Kapolresta Manado, Kombes Pol Hisar Siallagan, melalui Kasubag Humas AKP Agus Marsidi membenarkan laporan tersebut.

?Sudah divisum, dan korban sedang diperiksa penyidik Perlidungan Perempuan dan Anak (PPA),? pungkas Marsidi.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Sumber :?http://www.jpnn.com