Minyak Berjangka kembali Naik

Rifan Financindo Berjangka ? Minyak berjangka melambung pada hari Jumat (19/6), dengan harga patokan AS menetap di level tertinggi dalam seminggu, dikarenakan adanya dukungan oleh melemahnya dolar AS dan jatuhnya persediaan minyak mentah AS pada minggu ketujuh.

Minyak mentah untuk kontrak bulan Juli naik 53 sen atau 0,9% untuk menetap di $ 60,45 per barel di New York Mercantile Exchange. Itu adalah penyelesaian tertinggi untuk kontrak teraktif sejak tanggal 11 Juni. Minyak mentah Brent untuk pengiriman terpantau naik 39 sen atau 0,6%, ke $ 64,26 per barel di bursa ICE Futures London.

Minyak telah menunjukkan ketidakmampuannya untuk reli meskipun dolar AS melemah setelah pertemuan Federal Reserve dan setelah adanya laporan yang menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah, kata Colin Cieszynski, kepala strategi pasar di CMC Markets. Setelah mengalami reli cukup pesat dalam beberapa bulan terakhir dari titik rendah sekitar $ 40 ke sekitar $ 60, minyak seolah tampak ?lelah? di sini, tambah Cieszynski.

Indeks Dolar AS terpantau jatuh setelah Federal Reserve mengisyaratkan pada hari Rabu yang lalu bahwa mereka akan menaikkan suku bunga secara bertahap dan dalam jangka panjang. Komoditas seperti minyak yang diperdagangkan dalam unit dolar, akan menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya dikarenakan greenback yang melemah.

Laporan yang dirilis pada hari Rabu dari badan Administrasi Informasi Energi AS menunjukkan bahwa stok minyak mentah turun 2,7 juta barel pekan lalu, dan merupakan penurunan mingguan ketujuh berturut-turut. Produksi dalam negeri juga turun, tapi stok di pusat perdagangan berjangka di Cushing, Okla., naik untuk pertama kalinya dalam lima minggu dan persediaan bensin juga naik secara tak terduga.

Di Nymex pada hari Jumat, bensin untuk kontrak bulan Juli naik menjadi $ 2,11 per galon. Minyak pemanas untuk kontrak bulan Juli berakhir naik setengah persen di $ 1,915 per galon. Sementara itu, gas alam untuk pengiriman bulan Juli turun 7,8 sen atau 2,7% ke $ 2,777 per juta British thermal unit.

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/minyak-berjangka-kembali-naik/