Minyak Kembali Tertekan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ? Pergerakan harga minyak mentah dunia terpantau melemah pada perdagangan jelang malam ini, Kamis, setelah anjlok lebih dari 3% pada sesi perdagangan sebelumnya akibat kenaikan jumlah persediaan minyak mentah AS secara tidak terduga. Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI kontrak Oktober turun 0,25% atau 0,11 poin ke level S$44,85. Pada saat yang sama, patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak November juga menguat 0,47% atau 0,22 poin ke level $46,67.

Seperti dilansir reuters, ekspansi pada sektor manufaktur China sempat mendorong minyak mentah hari ini. Indeks manufaktur (PMI) China naik ke posisi 50,4 untuk Agustus 2016 dari sebelumnya di posisi 49,9 pada Juli, kenaikan ke level tertinggi dalam hampir dua tahun. ?Pasar sempat mendapatkan kelegaan dari data manufaktur China yang menunjukkan stabilitas maupun penguatan aktivitas pada Agustus,? ujar Ric Spooner, Kepala Analis CMC Markets.

Namun sentimen negatif muncul setelah kesepakatan OPEC diperkirakan akan gagal. ?Pasar tidak percaya bahwa OPEC memiliki kemampuan untuk mencapai kesepakatan dalam hal pembekuan suplai,? ujar Kepala Investasi Ayers Alliance Jonathan Barratt. Untuk perdagangan Rabu, WTI kontrak Oktober ditutup anjlok 3,56% ke posisi US$44,70 per barel di New York Mercantile Exchange. Adapun minyak Brent patokan November juga berakhir anjlok 3,78% ke US$46,89 per barel di ICE Futures Europe Exchange.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Sumber :?financeroll