Minyak Lesu Setelah Perkasa 2 Hari

Rifan Financindo Berjangka ? Minyak mentah berjangka turun diakhir sesi perdagangan, menandai langkah turun pertama setelah dua sesi berturut-turut naik setelah berakhirnya QE dari The Fed dan pengumuman stimulus oleh BOJ yang menekan pada bursa komoditas.

Di?New York?Mercantile Exchange, minyak mentah untuk pengiriman Desember turun $1,08 atau 1,3% di level $81,12 per barel. Minyak Brent untuk pengiriman di bulan Desember di bursa ICE Futures London turun 88 sen atau 1% di level $86,24 per barel.

BOJ pada hari Jumat tiba-tiba mengumumkan langkah-langkah stimulus tambahan, menggarisbawahi bagaimana rencana kebangkitan ekonomi Perdana Menteri Shinzo Abe telah melenceng karena kenaikan pajak penjualan?nasionalpada bulan April di tahun ini dibasahi oleh pengeluaran konsumen.

Langkah yang dilakukan oleh BOJ dan The Fed sama Federal Reserve telah memicu penurunan tajam dalam bursakomoditi?logam mulia, dengan emas yang berakhir turun tajam $26,30 atau 2,2% untuk menetap di $1,167.80 per ounce. Emas berjangka kemungkinan akan mencari support di level $1,164.10 dengan resistens tertinggi di level $1,172.10.

Sedangkan indeks Nikkei 225 melonjak hampir 5% dan mendorong yen ke posisi terendah terhadap dolar.

Data ekonomi yang relatif kuat menekan logam mulia dan mendorong kenaikan harga?saham. Ekonomi AS tumbuh 3,5% pada kuartal ketiga, didukung oleh lonjakan ekspor dan pengeluaran pemerintah federal.

Administrasi Informasi Energi melaporkan pasokan gas alam naik 87 miliar kaki kubik.

Di tempat lain di bidang energi, bensin Nymex untuk pengiriman di bulan?November?turun $2,49 sen atau 1,1% di level $2,1958 per galon, sementara minyak pemanas untuk pengiriman di bulan November turun $2,22 sen atau 0,9% berakhir di level $3,5128 per galon di Nymex.

Sumber :http://financeroll.co.id/news/minyak-lesu-setelah-perkasa-2-hari/