Minyak Mentah Berjangka Berakhir Perkasa, Di Tengah Greenback Yang Merosot

 

 

Financeroll ? Minyak mentah berjangka berakhir naik ke level tertinggi pada penutupan perdagangan hari Senin, setelah menagambil keuntungan setelah dolar sejenak melemah dan kelebihan stok pasokan minyak serta kurangnya permintaan minyak dari konsumen minyak dunia.

ICE November Brent berjangka ditutup naik 48 sen atau 0,5% di level $92,79 per barel. Minyak WTI di NYMEX untuk pengiriman November naik 60 sen atau 0,7% di level $90,34 per barel.

Para pelaku pasar pada pekan lalu sempat menyalahkan greenback yang menguat karena pada pasar komoditas telah membebani harga komoditas dan membuat harga komoditas menurun.

ISM atau?Institute for Supply Management?menyatakan bahwa PMI sektor Jasa di wilayah AS telah naik, yang disesuaikan secara musiman menjadi 58.6, dari 59.6 di bulan sebelumnya.

Biro Statistik Tenaga Kerja menunjukan bahwa pertumbuhan lapangan pekerjaan di wilayah AS telah mengalami peningkatan menjadi 248.000, dari 142.000 di bulan sebelumnya dengan melampaui perkiraan ekonom.

Laporan terpisah lainnya yang turut melemahkan harga logam yang dirilis oleh Biro Analisis Ekonomi memperlihatkan bahwa defisit neraca perdagangan AS telah mengalami penyempitan menjadi -40.1B, dari -40.5B di bulan sebelumnya.

Sementara itu, serangkaian laporan data ekonomi AS tersebut telah menegaskan kembali bahwa telah terjadi pemulihan ekonomi yang akan terus berlanjut di wilayah AS dengan menodorong terjadinya penguatan bagi dolar AS

Sumber 😕 http://financeroll.co.id/news/minyak-mentah-berjangka-berakhir-perkasa-di-tengah-greenback-yang-merosot/