Minyak Terjun Setelah OPEC Potong Permintaan

Rifan Financindo Berjangka?? Minyak mentah berjangka turun lagi diakhir perdagangan pada hari Kamis setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak memangkas proyeksi permintaan minyak dan investor khawatir tentang kesehatan ekonomi zona euro.

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah untuk pengiriman di bulan Desember turun 77 sen atau 1% untuk menetap di level $77,91 per barel, minyak Brent untuk pengiriman bulan Desember di bursa ICE Futures London turun 9 sen atau 0,1% di level $82,86 per barel.

Sebuah laporan resmi yang dirilis pada hari Kamis(6/11), menunjukan warga Amerika yang mengajukan klaim pengangguran di wilayah AS telah alami perbaikan. Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan bahwa klaim pengangguran AS telah alami penurunan sebanyaki 10.000, yang disesuaikan secara musiman menjadi 278.000 pada pekan yang berakhir 1 November. Survei ekonom telah memperkirakan klaim pengangguran AS akan mengalami penurunan menjadi 285.000 pada pekan yang berakhir 1 November. Sedangkan untuk warga yang melanjutkan klaim pengangguran juga alami penurunan sebesar 39.000 yang disesuaikan secara musiman menjadi 2.348.000.

Bank Sentral Eropa memutuskan untuk tidak merubah tingkat suku bungan berada pada level rendah 0.05%, sedangkan untuk tingkat suku bunga deposito dalam kondisi normal sebesar -0.20%. Sementara itu, di bulan Oktober Bank Sentral Eropa juga telah memulai untuk menutupi obligasi perbankan atas program yang telah disepakati oleh bank sentral pada bulan September lalu, dimana Bank Sentral Eropa menyatakan akan memulai melakukan pembelian tersebut akhir bulan ini. Bank Sentral Inggris telah memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneter sebelumnya dengan total program pembelian obligasi sebanyak 375 triliun poundsterling dan meninggalkan suku bunga utama berada di level 0.5%. Pada hasil tersebut telah sesuai dengan perkiraan pasar.

OPEC mengatakan permintaan minyak mentah akan jatuh menjadi 28,2 juta barel per hari pada akhir 2017, dari produsen luar negeri seperti Amerika Serikat dan Kanada, negara-negara Amerika Latin dan permintaan dari Rusia terus meningkat.

Di tempat lain dalam perdagangan energi, bensin untuk pengiriman di bulan Desember naik 4,3 sen atau 2,1% di level $2,1301 per galon di Nymex, minyak pemanas untuk pengiriman di bulan Desember naik 2 sen atau 0,8% di level $2,4587 per galon di Nymex dan Gas alam untuk pengiriman Desember naik 21 sen atau 5% berakhir di level $4,4040 per juta British thermal unit.

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/minyak-terjun-setelah-opec-potong-permintaan/