Minyak Tertekan Data Tiongkok

Rifan Financindo Berjangka ? Minyak berjangka menetap di level terendah dalam lebih dari dua minggu pada sesi Senin di Amerika karena data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Tiongkok turun ke kecepatan yang paling lambat sejak krisis keuangan yang akhirnya menimbulkan kekhawatiran tentang prospek permintaan energi.Tekanan terhadap minyak juga datang dari faktor penurunan hampir 6% harga futures untuk bensin di AS.

West Texas Intermediate pengiriman November turun $ 1,37, atau 2,9%, untuk selanjutnya menetap di level $ 45,89 per barel di New York Mercantile Exchange, menjelang berakhirnya kontrak pada hari Selasa. Harga telah kehilangan 4,8% pekan lalu dan menetap di level terendah sejak 2 Oktober
Desember Brent juga jatuh $ 1,85, atau 3,7%, dan berakhir pada level $ 48,61 per barel di bursa ICE Futures London.

China melaporkan pertumbuhan kuartal ketiga adalah 6,9%, angka ini menambah kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi konsumen minyak terbesar kedua di dunia ini. Data ekonomi lainnya yang dirilis pada hari Senin menunjukkan hasil yang mengecewakan dalam investasi dan produksi industri.

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/minyak-tertekan-data-tiongkok/