Nantikan Sentimen Penggerak, Pasar Uang Domestik Melambat

Rifan Financindo Berjangka?-?Pada perdagangan Senin (3/11)?nilai tukar rupiah?yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin sore, melemah 9 ?poin menjadi Rp 12.094 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.085 per dolar AS.? Sementara Indeks HargaSaham?Gabungan (IHSG) ditutup turun 4,038 poin (0,079%) ke posisi 5.085,509.? Mayoritas indeks saham mendukung pelemahan IHSG. Antara lain, indeks saham-saham unggulan LQ45 naik 0,255 poin (0,029%) ke posisi 868,306; IDX30 turun 1,679 poin (0,377%) ke angka 443,498;? MBX turun 1,197 poin (0,082%) ke angka 1.459,432; DBX turun 2,557 poin (0,351%) ke angka 725,080; dan JII turun 0,251 poin (0,037%) ke angka 670,192.

Berlanjutnya tren defisit pada kinerja neraca perdagangan Indonesia membuat mata uang rupiah berbalik arah ke area negatif setelah pada sesi pagi tadi sempat berada dalam area positif.? Data neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit sebesar 270,3 juta dolar AS pada September 2014, berlanjutnya tren defisit itu membuat sebagian pelaku pasar uang di dalam negeri khawatir terhadap stabilitas perekonomian Indonesia.

Di sisi lain, belum adanya kepastian baik dari internal maupun global juga menjadi salah satu faktor mata uang rupiah mengalami tekanan. Dari internal, pelaku pasar menantikan realisasi penaikan harga bahan bakar minyak (BBM), sementara dari internal terkait suku bunga?Amerika?Serikat (AS). Tekanan rupiah saat ini lebih disebabkan faktor fundamental.

Penguatan dolar AS menguat setelah meningkatnya indeks manufaktur dan sentimen konsumen AS yang menegaskan berlanjutnya pemulihan ekonomi disana.? Menurunnya aktivitas manufaktor dan non-manufaktur di Tiongkok juga menambah sentimen negatif bagi mata uang di kaasan Asia, termasuk Indonesia. Menurunnya aktivitas di Tiongkok itu membuat investor cemas dengan outlook perbaikan neraca perdagangan Indonesia. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari Senin (3/11) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 12.105 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.082 per dolar AS.

Dari bursa saham, tercatat sebanyak 116 saham menguat, 100 saham tidak berubah, dan 179 saham alami penurunan. Total saham yang ditransaksikan mencapai 395 saham.? Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp 1,2 triliun dan Rp 3,7 triliun di pasar negosiasi.? Sementara itu, investor asing mencatatkan pembelian saham bersih senilai Rp 2,05 triliun dan penjualan saham senilai Rp 1,8 triliun. Alhasil, investor asing mencatatkan pembelian bersih (net foreign buy) senilai Rp 226,2 miliar.

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/nantikan-sentimen-penggerak-pasar-uang-domestik-melambat-2/