NFP Akan Jadi Konfirmasi Terakhir Bagi Kenaikan Suku Bunga AS

Rifan Pekanbaru – Perkembangan terbaru dari pasar keuangan, telah membawa spekulasi bagi suku bunga acuan Amerika Serikat (AS). Gubernur Bank Sentral AS Janet Yellen mengatakan bahwa, suku bunga acuan akan tepat bila dinaikkan di bulan ini. Meski demikian, dia menyatakan masih akan mengevaluasi pertumbuhan sektor ketenagakerjaan dan inflasi dengan harap suku bunga acuan bisa tetap naik di bulan Maret.

Laporan Pekerjaaan AS, Akan Menjadi
Yellen memberi sinyal bahwa  bank sentral akan menaikan suku bunga lebih cepat dibandingkan dua tahun sebelumnya. Suku bunga AS sendiri naik 0.25 pada Desember, tahun lalu telah menjadi lompatan kedua dalam satu dekade.

Dilansir Reuters, Minggu (5/3) suku bunga acuan AS saat ini berada pada pada kisaran 0.5% – 0.75%. Sementara Federal Open Market Committee (FOMC), berharap bahwa bank sentral bisa mencapai tujuannya untuk menstabilkan stabilitas harga.

Sebelumnya Yellen menyatakan bahwa perekonomian AS telah mampu menghadapi guncangan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini terlihat dengan menguatnya sektor tenaga kerja dan inflasi yang terus meningkat dari target yang diharapkan.

Yellen menilai bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk menaikkan suku bunga secara bertahap, ketika data ekonomi menunjukkan hasil positif sesuai dengan yang diharapkan. Dalam hal ini, Bank Sentral dan FOMC akan terus melakukan penyesuaian agar sesuai jadwal dan tetap berada dalam jalur yang tepat untuk kebijakan moneter.

Laporan tenaga kerja AS pada Jumat depan yang memuat pula Nonfarm Payrolls (NFP) akan menjadi konfirmasi terakhir sebelum FOMC merundingkan kenaikan suku bunga pada pekan depan. Jika data menunjukan positif, Bank Sentral tampaknya tidak bisa lagi menghindar untuk segera meningkatkan tingkat suku bunga bulan ini.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat :  Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex