Rifan Financindo Pekanbaru | Notulen FOMC: Sebagian Besar Anggota Setuju Fed Hike Disegerakan

Rifan Financindo Pekanbaru –  Sebagian besar pejabat bank sentral AS cenderung ingin menaikkan suku bunga (Fed Hike) dalam waktu dekat. Hal itu terungkap dalam notulen rapat FOMC yang dirilis hari Kamis (23/November) dini hari tadi dan merupakan sinyal bahwa The Fed akan mengetatkan kebijakan moneter lagi di bulan depan.

bank-sentral-as

Para pejabat yang tidak setuju akan kenaikan suku bunga, mempunyai argumen yang jauh berbeda dengan yang setuju. Mereka yang tidak setuju sangat mengkhawatirkan bahaya menaikkan suku bunga ketika inflasi rendah, sedangkan yang setuju menilai rendahnya inflasi hanya sementara. Notulen juga mencatat bahwa sejumlah anggota rapat menyinggung soal kenaikan saham-saham di Wall Street yang membuat gamang dan diperkirakan dapat menimbulkan masalah di kemudian hari.

Khawatirkan Dampak Buruk Yang Timbul Jika Tak Segera Naikkan Suku Bunga

The Fed telah menaikkan tingkat suku bunga sebanyak dua kali tahun 2017 ini. Sebagian besar pelaku pasar mengharapkan kenaikan suku bunga ketigakalinya di bulan Desember depan, meskipun inflasi AS mulai melemah dan pertumbuhan gaji melambat.

Fenomena lemahnya dorongan inflasi AS tersebut terjadi saat tingkat pengangguran sangat rendah dan pembukaan lapangan kerja terbilang stabil, sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan ekonom.

Ketua The Fed yang akan segera menyelesaikan masa jabatannya, Janet Yellen, pun telah mengakui bahwa para pembuat kebijakan tak bisa menjelaskan sepenuhnya apa sebab lemahnya inflasi. Namun, sebagian besar masih memperkirakan akan adanya kenaikan inflasi dalam jangka menengah, sehingga bank sentral masih perlu menaikkan suku bunga lagi dalam beberapa waktu ke depan. Sebagian besar anggota The Fed lebih mengkhawatirkan bahaya ekonomi yang dapat ditimbulkan apabila kenaikan suku bunga terlambat dilakukan dan inflasi sudah membubung tinggi.

Yellen termasuk yang memperkirakan kenaikan inflasi tersebut, meski ia memberi tekanan dengan menyebutkan kalimat “very uncertainty” alias sangat tidak pasti, dalam pidatonya di NYU kemarin.

Sejumlah partisipan (FOMC) merasa bahwa kenaikan suku bunga harus dijalankan kembali dalam waktu dekat, apabila data ekonomi masih dalam jalur yang diharapkan. Sedangkan partisipan lainnya berpikir bahwa tambahan kebijakan dibutuhkan, hingga ada informasi lebih lanjut yang menunjukkan bahwa inflasi AS tidak menemui kendala besar,” tulis notulen tersebut. ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat :  Rifan Financindo 

Sumber : seputarforex