Oleh-oleh Lezat dari Lampung yang Lagi Naik Daun: Pie Pisang

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA –?Bandar Lampung? Keripik pisang sudah lama jadi primadona oleh-oleh dari Lampung. Tapi selain keripik, pie pisang juga bisa jadi pilihan buah tangan yang lezat.

Yussy Akmal termasuk toko roti dan kue populer di Bandar Lampung. Ada tiga cabang yang salah satunya berlokasi di Jl Jendral Sudirman No 17A. Toko yang mulai beroperasi sekitar tahun 2010 itu kini mengklaim sebagai pelopor pie pisang Lampung.

Yusi Asifaurini Akmal (41) sang pemilik toko berbagi kisah tentang awal dibuatnya pie pisang dalam perbincangan dengan detikTravel, Sabtu (10/9/2016) di Toko Roti dan Kue Yussy Akmal, Bandar Lampung. Ia memang sejak dulu punya keinginan membuat produk yang bisa jadi oleh-oleh khas Lampung di samping keripik pisang yang lebih dulu populer.

“Keinginan untuk bikin produk oleh-oleh sudah lama banget. Pie pisang itu sendiri (baru dijual) sekitar 2 tahun lalu,” tutur Yussy.

(Kurnia/detikTravel)

Ia menceritakan awalnya karena di Lampung banyak terdapat pisang dan terkenal enak, dirinya terpikir untuk membuat makanan berbahan pisang. Awalnya sempat terpikir untuk membuat lapis legit pisang atau cake pisang, namun dirasa sudah umum.

Sekitar tahun 2008 wanita kelahiran Bandar Lampung ini melihat kue Tokyo Banana dari Jepang dan terinspirasi. Wanita itu kemudian terpikir untuk membuat olahan pisang dengan bentuk seperti pisang pula. Namun cetakannya sendiri baru ada di Indonesia beberapa tahun setelahnya.

“Kue pisang dibikin seperti ini (Tokyo Banana) pasti jadinya lucu. Saya mau cetakan seperti ini bagaimana bikinnya. Tapi baru ketemu cetakan itu sekitar 4 tahun lalu,” jelasnya.

Setelah ketemu cetakan yang diinginkan, Yussy dan timnya segera meracik bahan untuk membuat pie pisang. Untuk kulitnya pun banyak percobaan lebih dahulu hingga akhirnya dipilih pastry. Pisangnya dipilih pisang raja yang manis namun sedikit asam dan rasanya pas bercampur dengan pastry.

“Pie pisang sendiri saya coba bikin dari beberapa kulit, pakai crust, terus sugar dough, macem-macem. Kalau pastry rasanya plain, diisi apa saja enak dan keunikan yang saya cari,” kata wanita berhijab ini.

Yussy menjelaskan racikan rasa di antara pastry, pisang beserta campuran bahan lainnya menghasilkan pie pisang yang menggoyang lidah. Katanya, kalau makan pie pisang Yussy Akmal, dari atas sampai bawah tiap gigitannya ada rasa yang berbeda.

“Begitu bersentuhan crust-nya dia plain. Kena pisangnya dengan rasa manis yang agak asam. Nah atas dikit ketemu dengan layer fla itu jadi manis, kemudian ada rasa penambah seperti keju,” ucapnya.

(Kurnia/detikTravel)

Resep pie pisang terus dikembangkan hingga dirasa tepat untuk dijual ke khalayak ramai. Pilihan rasanya pada waktu peluncuran pertama adalah coklat dan keju. Ketika baru launching ini memang pembelinya baru sedikit, 20 buah per hari pun tak laku.

Tapi dengan kegigihan Yussy dan timnya untuk promosi baik mulut ke mulut hingga lewat media sosial, pembeli makin banyak. Kini dalam sehari pie pisang diproduksi hingga 2.000 buah dan laku terjual.

“Produksi 1 hari 2.000 pieces. Peak season bisa 4.000, itu juga banyak yang nggak kebagian. Jadi sebaiknya pesan dulu,” ujar Yussy.

Sekotak pie pisang dijual seharga Rp 45 ribu dengan isi 5, yang biasanya terdiri dari 3 rasa. Varian rasa pie memang makin bertambah. Selain coklat dan keju, ada pula almond kismis, chocoball dan tak lama lagi akan launching rasa cappuccino.

Ada pula pie pisang ukuran mini dengan harga sekitar Rp 5.000 per buah. Pie pisang Yussy Akmal ini tahan hingga sekitar 3 hari dengan suhu ruang. Tapi sebaiknya disimpan dalam lemari es.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Sumber :travel.detik