Outlook Dolar Suram, Masih Dibayangi Perang Dagang AS-China

PT Rifan Financindo Pekanbaru – Dolar AS flat terhadap Yen setelah mengalami penurunan di hari Rabu (04/Apr) ini. Perang dagang antara AS dan China masih menjadi latar belakang yang menggerakkan pasangan mata uang USD/JPY. Dolar AS turun 0.1 persen ke angka 106.50 yen, mengembalikan sejumlah penguatan 0.6 persen yang didapatkan kemarin. Saat berita ini ditulis, USD/JPY diperdagangkan di kisaran 106.52.

us-dolar

Dolar AS sempat menguat terhadap Yen sehari sebelum minat risiko meningkat dan indeks-indeks utama Wall Street mengalami kemajuan. Amazon yang mendapat kritik dari Presiden Donald Trump justru mendulang kenaikan saham. Hal ini dilatarbelakangi oleh pertaruhan pasar bahwa kritik Trump tidak akan termanifestasi dalam sebuah perubahan kebijakan. Sementara itu, Greenback terbantu untuk stabil setelah diterpa sejumlah penurunan, dan Yen yang berfungsi sebagai mata uang safe haven ditinggalkan oleh para investor.

Meski demikian, outlook Dolar AS masih suram sehubungan dengan gejolak perang dagang global. Sepanjang tahun 2018 ini, Dolar AS telah mengalami penurunan hingga 2.2 persen terhadap enam mata uang mayor lainnya.

China Mengutuk Kebijakan Dagang AS

Selasa kemarin (03/Apr), pemerintahan Trump mengumumkan pengajuan bea impor 25 persen terhadap 1,300 teknologi industri, tranportasi, dan produk medis dari China. Langkah ini ditempuh dengan alasan untuk memaksa Beijing mengubah praktik kekayaan intelektualnya yang dianggap melanggar AS.

Menanggapi hal itu, Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa pihaknya “mengutuk dan menentang keras” tindakan AS terkait penyelidikan Section 301 dan akan mengambil langkah balasan.

Akibatnya, gejolak perang dagang pun kian memanas dan memengaruhi volatilitas Dolar AS. Satoshi Okagawa, analis dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation mengatakan, Dolar AS kemungkinan akan menurun, tetapi kenaikan Yen ke posisi 108 diperkirakan tidak akan terjadi.

Di saat yang sama, kebutuhan penjualan Dolar AS di kalangan trader Jepang sekarang telah mereda, seiring dengan berakhirnya masa akhir tahun finansial di negara tersebut. “Itu artinya, risiko penurunan Dolar AS dapat dibatasi,” lanjut Okagawa. ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat : PT Rifan Financindo
Sumber : seputarforex