Outlook Global Memburuk, ECB Rubah QE

Rifan Financindo Berjangka ? Gubernur ECB, Mario Draghi seperti merasa program QE tidak terlalu bekerja efektif di zona Euro, terlihat dari prakiraan ekonomi yang diresmikan pada hari kemarin bahkan lebih lemah dibanding di bulan Maret, sebelum membeli obligasi euro 1.1 triliun ($1,2 triliun) dimulai. Namun sementara perdagangan global dan harga minyak yang merosot mengancam untuk counter inflasi kembali ke nol.

?Jika QE hanya dirancang untuk mempengaruhi ekspektasi inflasi, maka Anda bisa berpendapat kita kembali dimana kita mulai,? kata Christian Reicherter, seorang analis di DZ Bank AG di Frankfurt. ?Bahkan jika Draghi yang pada dasarnya telah membuka pintu untuk lebih lanjut dalam langkah-langkah ECB, ia pertama kali bermain untuk waktu dengan harapan bahwa inflasi yang meningkat secara bertahap menuju akhir tahun mendorong spekulasi tentang perluasan QE.

Draghi mengumumkan prakiraan diperlemah gejolak pasar muncul dari pasar saham Tiongkok yang merosot dan slide harga komoditas. Daripada memprediksi kenaikan pertumbuhan bertahap dan inflasi, dirinya harus mengakui bahwa outlook telah memburuk.

ECB sekarang memproyeksikan harga pertumbuhan konsumen -1,1 persen di tahun 2016, dibandingkan dengan proyeksi Maret 1,5 persen. Inflasi tahun 2017 diturunkan 1,7 persen dari 1.8 persen. Tujuan ECB tidak lain ialah inflasi hanya di bawah 2 persen. Prospek pertumbuhan ekonomi 2016 bergeser 1,7 persen, dibandingkan dengan 1,9 persen pada bulan Maret, dan tahun berikutnya 1.8 persen dari 2,1 persen.

Namun para pembuat kebijakan dari pihak ECB yang menahan diri dari segera menanggapi situasi terburk, pertama, Draghi menjelaskan dengan begitu banyak volatilitas pasar keuangan dalam beberapa bulan terakhir, mustahil untuk pejabat ECB untuk memisahkan kebisingan jangka pendek dari sinyal ekonomi jangka panjang.

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/outlook-global-memburuk-ecb-rubah-qe/