Pada 2015, Impact Pratama Estimasikan Ekspor Mencapai USD 5 Juta

Rifan Financindo Berjangka ??Emiten yang bergerak di bidang produksi?dan diatribusi bahan bangunan dan barang plastik,? PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menargetkan ?penjualan ekspor produk?polycarbonate roofing sheet?tujuan Australia dan Selandia Baru senilai USD 5 juta tahun ini.? Perseroan akan memulai ekspor produk?polycarbonate roofing sheet?dengan merek Laserlite ke Australia dan Selandia Baru tahun ini. Volume dan nilai ekspor tersebut akan terus ditingkatkan ke depan.? Demikian disampaikan ?Export Manager?Impack Pratama Etty Eryanie melalui keterangan resminya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Etty, ekspor ini dilakukan setelah perseroan menuntaskan akuisisi pabrik?polycarbonate roofing sheet?dari Bayer Material Science di Australia.?Mesin-mesin dan peralatan produksi pabrik tersebut kemudian dipindahkan ke pabrik Impack Pratama di kawasan Delta Silicon II Industrial Park Lippo Cikarang. Hingga kini, proses pemindahan masih berlangsung. Penambahan pabrik ini akan membuat perseroan sebagai produsen?polycarbonate roofing sheet?terbesar di dunia.

Sementara itu, Direktur Keuangan Impack Lindawati sebelumnya mengatakan, perseroan membidik kenaikan laba bersih tahun 2015 sebanyak 10% dari estimasi tahun ini berkisar Rp 280-290 miliar. Sedangkan pendapatan diprediksi naik 10-15% menjadi Rp 1,58 ? 1,65 triliun, dibandingkan estimasi tahun ini senilai Rp 1,38 triliun.

Lebih lanjut Lindawati menambahkan, ?kenaikan kinerja keuangan akan ditopang pertumbuhan volume produksi dan penjualan, seiring komitmen perseroan untuk menambah mesin produksi dan pengembangan produk baru. ?Perseroan ?juga menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 24 miliar atau meningkat 20% dari belanja modal tahun 2014 senilai Rp 20 miliar. Belanja modal ini bersumber dari kas internal dan pinjaman bank. Sedangkan penggunaannya untuk membiayai pengembangan produk dan pembelian mesin-mesin baru.

Disampaikan juga, perseroan sebelumnya berhasil meraup dana senilai Rp 570,19 miliar dari pelaksanaan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sekitar 31,06% saham akhir tahun lalu. Dana hasil IPO saham itu digunakan untuk membiayai pembelian tanah berstatus hak guna bangunan seluas enam hektare (ha) di Delta Silicon VIII, Lippo Cikarang dan sisanya untuk modal kerja.

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/pada-2015-impact-pratama-estimasikan-ekspor-mencapai-usd-5-juta/