Pagi Ini, Harga Emas Masih Tertekan Jelang Data Tiongkok

Rifan Financindo berjangka?? Perdagangan bursa komoditas logam mulia di hari Kamis(23/10), harga emas dan perak terpantau lanjutkan penurunan setelah ditutup lebih rendah ketika terjadinya penguatan dolar AS akibat data inflasi di tingkat konsumen yang mengalami kenaikan di bulan September, serta menjelang data manufaktur Tiongkok pagi ini.

Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka pengiriman Desember telah diperdagangkan lebih rendah 0.29% di level $1.241.90 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Sedangkan untuk perak berjangka pengiriman Desember telah diperdagangkan lebih rendah 0.48% di level $17.148 per troy ounce.

Pergerakan harga emas dan perak terlihat lanjutkan penurunan pada pagi hari ini, ketika terjadinya penguatan bagi dolar AS, mengingat pergerakan emas cenderung berlawan terhadap greenback.

Pada index dolar AS, yang memperlihatkan performa greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, terpantau menguat 0.05% di level 85.90.

Menguatnya dolar AS ini terjadi setelah sebuah laporan resmi yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan bahwa inflasi di tingkat konsumen AS telah mengalami lonjakan kenaikan sebesar 0.1% di bulan September, dengan melampaui perkiraan ekonomi dengan kenaikan sebesar 0.0%. Sedangkan untuk inflasi dalam basis tahunan di tingkat konsumen AS, telah mengalami kenaikan sebesar 1.7% di bulan September.

Sementara itu, perhatian para pelaku pasar pada pagi ini tengah tertuju kepada sebuah laporan data manufaktur Tiongkok yang mana dijadwalkan akan dirilis pada pukul 08.45 waktu Jakarta. Survei ekonom telah memperkirakan bahwa aktifitas manufaktur di wilayah Tiongkok akan tetap, dengan berdiri pada level 50.2.

Sumber :http://financeroll.co.id/news/pagi-ini-harga-emas-masih-tertekan-jelang-data-tiongkok/