Panduan Fundamental 5 Februari

Rifan Financindo Berjangka ? hari terakhir perdagangan minggu ini akan menjadi puncak dari perdagangan sebulan terakhir dimana pasar sangat menanti data payroll AS yang menjadi pusat pandangan perdagangan dunia di pasar uang dan komoditi dimana akan menentukan langkah atau trend harga sebuilan kedepan karena data ini juga mempengaruhi berubah tidaknya suku bunga the Fed di pertemuannya selanjutnya.

Banyak analis pasar memperkirakan bahwa payroll AS akan mengalami kontraksi atau pelemahannya sehingga USD pada perjalanan minggu ini dari 99 diawal minggu hingga 96 pada saat tulisan ini dipersembahkan. Dus juga membuat bursa saham AS yang juga tak tahan dengan dengan serangan serangan jualnya karena pada intinya investor kuatir dengan perjalanan ekonomi AS pada sebulan kedepan.

Sebelum lebih jauh memandang situasi data lebih dalam, kita sejenak melihat situasi dalam negeri AS sebulan terakhir dimana kondisi cuaca buruk yaitu badai salju sempat melanda sebagian besar Negara bagian AS dan memaksa aktivitas bisnis mengalami gangguan setidaknya selama seminggu. Hal ini bisa mempengaruhi kondisi tenaga kerja tentunya. Namun factor pemilu di AS sedikit mengelinasi terganggunya bisnis karena kebutuhan tenaga kerja lepas sedikit naik dan penjualan merchandise membantu gairahnya ekonomi sejenak.

Sejak pesta hallowen diawal Desember, data pegawai lepas di AS terus mengalami kenaikan dari 27100 ribu orang di Oktober 2015 menjadi 27300 orang pada akhir tahun lalu dengan perkiraan menjadi 27400 orang karena factor pemilu AS jadi penunjang kenaikan tersebut. Tetapi sektor tenaga kerja penuh mengalami kenaikan yang cukup bagus trend kenaikannya sehingga baiknya unemployment rate dan memperbaiki perlahan lahan dari payrolls AS secara tahunan. Hal inilah yang membuat Janet Yellen berani menaikkan suku bunganya akhir tahun lalu.

Indeks kondisi pasar tenaga kerja AS sayangnya menunjukkan trend perbaikannya dari 2.7 menjadi 2,9 pada data terakhir bulan lalu dengan tren kembali level normal 4. Sedangkan pertumbuhan upah secara bulanan tidak mengalami perubahan berarti namun mempunyai kecenderungan tren menurun sehingga kemungkinan payrolls juga terpengaruh negative. Factor klaim pengangguran yang agak tinggi pada 3 minggu terakhir dapat membuat payrolls AS di bulan menjadi negative dibanding bulan sebelumnya.

Dari data job vacancies atau pembukaan lapangan kerja terus mengalami penurunan tren dari rerata 5400an di kuartal 3 2015 lalu menjadi 4700an lapangan kerja baru di akhir periode 2015 sehingga factor kontraksi dari payrolls makin nampak. Menurut pengamatan kami berdasar beberapa tinjauan diatas, kemungkinan payrolls AS akan mengalami angka yang lebih melemah dibanding data bulan sebelumnya.

Dari pasar mata uang global, nampak dolar akan menutup perdagangan minggu ini dengan pelemahannya bila memang payrolls AS mengalami penurunan jauh. Namun bila angka payrolls tak mengalami perubahan besar maka dollar bisa menguat lagi setidaknya hingga Selasa hingga Rabu minggu depan. Bila payroll negative maka GBPUSD kemungkinan ke level 1.4700an, tetapi bila nfp membaik maka level 1.4230 akan mudah digapainya. Euro mempunyai angka batas atas di 1.1300an dan batas bawah di 1.0800an.

Hal ini juga berlaku pada perdagangan emas yang masih menjadi pusat portfolio ketika ekonomi dunia terombang ambing. Bila memang payrolls mengalami koreksi tajam maka kemungkinan besar harga emas mendekati level 1190an, tetapi bila membaik payrolls nya level 1130 akan mudah dihinggapi dengan potensi melemah lebih dalam ke level 1107.

Dus dengan harga minyak, factor payrolls AS sedikit banyak mempengaruhi harga emas hitam dimana bila nfp negative maka harga minyak juga terkoreksi karena permintaan dari AS juga akan turun. Minyak mempunyai resistan support di 33.47 dan 29.68. (mahdianto@financeroll.com)

Sumber :?http://financeroll.co.id/expert-comment/panduan-fundamental-5-februari/