Para Pejabat Tahan Suku Bunga Jelang Referendum, BOE Ulangi Peringatan Brexit

PT. Rifan Financindo Berjangka – Hanya satu minggu menjelang pemungutan suara di Inggris mengenai keanggotaannya di Uni Eropa, pembuat kebijakan Bank of England mengulangi peringatan mereka bahwa keluar dari blok itu dapat merusak perekonomian.

Dalam pernyataan pada hari Kamis yang disertai keputusan mereka untuk mempertahankan suku bunga acuan pada rekor rendah sebesar 0,5 persen, Komite Kebijakan Moneter yang dipimpin oleh Gubernur Mark Carney mengatakan ketidakpastian suara sudah mempunyai dampak dan ini bisa meningkatkan skenario Brexit.

“Pemungutan suara untuk meninggalkan Uni Eropa l dapat mempengaruhi secara material prospek produksi dan inflasi,” kata MPC. “Dalam menghadapi ketidakpastian yang lebih besar tentang pengaturan perdagangan Inggris ini, sterling kemungkinan akan terdepresiasi lebih lanjut, mungkin tajam.”

Prospek keluarnya Inggris dari blok perdagangan terbesar di dunia telah memicu kegelisahan di seluruh dunia, dengan The Fed yang mengatakan pada hari Rabu bahwa referendum merupakan faktor dalam keputusannya untuk mempertahankan suku bunga mereka tidak berubah. Swiss National Bank juga mempertahankan suku bunganya tidak berubah Kamis ini, memperingatkan bahwa pemungutan suara Inggris memiliki potensi untuk menyebabkan “stres besar” di Eropa.

BOE menyatakan kembali hal ini, mereka mengatakan bahwa referendum sedang mengalami dampak yang “semakin luas” pada harga aset. Dia menambahkan bahwa suara tetap “risiko langsung terbesar yang dihadapi pasar keuangan Inggris, dan mungkin juga pasar keuangan global.”(mrv)

Sumber: Bloomberg