Peluang Rate Hike Fed Naik, Harga Emas Melemah

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga emas pada hari Senin (17/10) di sesi Asia melemah seiring dengan kuatnya mata uang dolar AS pasca beberapa rilis data ekonomi penting AS pada pekan lalu yang mampu naik signifikan. Saat berita ini diturunkan, pair XAU/USD diperdagangkan di kisaran level harga 1,252 dolar AS.

Harga emas dan the fed

Sementara itu pada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Desember melandai sebesar 0.10 persen ke level harga 1,254 dolar AS per troy ons. Sedangkan untuk harga perak futures pengiriman bulan Desember turun tipis sebesar 0.003 persen menjadi 17.44 dolar AS per troy ons dan harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Desember diperdagangkan di kisaran level harga 2.114 dolar AS per pound, terangkat sedikit sebesar 0.17 persen.

Selama sesi perdagangan hari Jumat pekan lalu, harga emas meredup sejalan dengan kenaikan peluang rate hike bulan Desember meskipun pidato ketua The Fed, Janet Yellen beberapa waktu lalu tidak mengindikasikan hal tersebut. Menurut Reuters, saat ini peluang the Fed menaikkan tingkat suku bunga-nya pada bulan Desember naik menjadi 70 persen.

 

Pernyatan Janet Yellen Dan Positifnya Data Ekonomi Penting AS

Pada hari Jumat pekan lalu, Ketua the Fed, Janet Yellen dalam pidatonya mengatakan, perbaikan ekonomi AS belum sepenuhnya membaik. Selain hal tersebut, Janet Yellen juga mengkhawatirkan potensi penurunan kondisi ekonomi AS dan sejumlah langkah yang agresif mungkin akan dilakukan untuk memperbaikinya. Oleh karena itu, Janet Yellen berpendapat bahwa the Fed bisa jadi perlu menjalankan perekonomian “bertekanan tinggi” (high- pressure) demi menghindarkan Amerika kembali ke krisis AS tahun 2008-2009 yang mengakibatkan menyusutnya tenaga kerja, tingginya risiko dan penurunan output industri.

Di sisi lain, beberapa rilis data ekonomi AS pada hari Jumat lalu, seperti data retail sales dan PPI AS adalah positif. Retail sales bulan September naik sesuai ekspektasi ke 0.6 persen dari sebelumnya adalah -0.2 persen dan retail sales inti bulan September rebound di atas perkiraan yaitu menjadi 0.5 persen dari -0.2 persen pada bulan sebelumnya. Selain itu, data PPI AS berada di level 0.3 persen, merangkak naik dari 0.0 persen menjadi 0.3 persen. Data- data ini menyebabkan mata uang dolar AS cenderung kuat dan menaikkan peluang kenaikan suku bunga the Fed.

Seperti yang sudah diketahui bahwa kenaikan suku bunga the Fed tersebut bisa mempengaruhi harga emas. Apabila the Fed nantinya memutuskan untuk menaikkan suku bunga AS, maka minat investor terhadap logam mulia ini menurun sehingga harga emas akan terbebani.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : PT. Rifan financindo berjangka pekanbaru

Sumber : seputarforex