RIFANFINANCINDO PEKANBARU | Fokus Jangka Panjang Harga Emas Masih Ke Fed Rate

RIFANFINANCINDO PEKANBARU – Senin (01/Okt) malam ini, harga emas spot turun 0.5 persen ke $1,185.61 per troy ons, setelah sempat menyentuh level rendah $1,180.34 di sesi sebelumnya. Harga emas futures untuk pengiriman Desember juga turun 0.6 persen ke harga $1,189.50. Emas disinyalir tertekan karena aksi jual investor yang berekspektasi bahwa menguatnya ekonomi AS akan membuat suku bunga AS dapat terus naik dalam jangka panjang.

Akan tetapi, grafik XAU/USD hourly di bawah ini justru menunjukkan kenaikan harga emas yang cukup signifikan. Harga emas naik dari level 1,185 menuju level 1,190.90.

xu

Masih Meresapi Kebijakan Moneter Bank Sentral AS

Minggu lalu, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan akan melanjutkan kenaikan suku bunga secara bertahap. Dalam jangka panjang, hal ini akan menjadi pendukung penguatan Dolar AS. Jika Dolar AS menguat, maka emas akan turun karena harganya menjadi mahal bagi investor yang membeli emas bukan dengan Dolar AS.

Harga emas fokus di Fed Rate Hike

Kabar utamanya, emas masih bergantung pada The Fed. Menyusul pidato Jerome Powell minggu lalu, pasar masih mengekspektasikan satu kali lagi kenaikan suku bunga di bulan Desember. Untuk tahun depan, diperkirakan akan ada tiga kali lagi kenaikan Rate,” kata analis ActivTrades, Carlo De Casa.

Sedangkan menurut analis Saxo Bank, Ole Hansen, perdagangan emas saat ini masih sangat bernuansa teknikal. “Para penjual masih berada dalam kendali, dan saat ini nuansa perdagangannya masih sangat teknikal. Kami saat ini memasang rentang yang cukup ketat di kisaran $1,181 – $1,193. Jika harga emas menembus ke bawah 1,181, maka ada risiko yang membesar dan mengarah ke level rendah Agustus di angka 1,160,” kata analis tersebut. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

 

 

Lihat : Rifanfinancindo

 

Sumber : seputarforex