Penguatan Dolar AS Pasca FOMC Tak Berlangsung Lama

Rifan Financindo Pekanbaru – Sempat menghimpun perolehan pasca pengumuman FOMC dini hari tadi, Dolar AS tampak mundur dari level tinggi tiga setengah bulan versus Yen menjelang pengumuman rancangan undang-undang perpajakan AS yang tertunda sehari.

ekonomi-as


USD/JPY
 tergelincir 0.15 persen ke angka 114.0.30, dan makin turun ke angka 113.92 saat berita ini ditulis. Pair USD/JPY mendapat perolehan sekitar 0.5 persen di sesi perdagangan malam tadi, level tertinggi sejak tanggal 11 Juli. Kontributornya adalah meningkatnya data ADP AS serta prospek kenaikan suku bunga The Fed di bulan Desember mendatang, yang telah diuraikan dalam pengumuman hasil rapat FOMC dini hari tadi.

EUR/USD naik 0.1 persen ke angka 1.1631, dan berlanjut ke posisi 1.1653 saat berita ini ditulis. GBP/USD juga tampak mendulang kenaikan ke kisaran 1.3281.

Sesuai ekspektasi, The Fed tidak mengubah suku bunganya bunganya bulan ini. Namun, pasar sudah memasang perkiraan yang lebih jauh, yakni kenaikan suku bunga di akhir tahun ini, mengingat solidnya pertumbuhan ekonomi AS dan menguatnya pasar tenaga kerja.

Laporan ADP AS menunjukkan bahwa sektor swasta  menambah 235,000 lapangan pekerjaan pada bulan lalu, melampaui ekspektasi 202,000 dan lebih baik daripada periode September yang kala itu hanya menambah 110,000 pekerja.

Laju Dolar Terjegal Pengumuman RUU Perpajakan AS

Kendati demikian, laju Dolar AS setelah rilis-rilis tersebut terjegal begitu pasar mengalihkan fokusnya ke sektor fiskal AS di sesi perdagangan Kamis (02/Nov) pagi ini. “Dolar AS memang dilambungkan oleh pernyataan The Fed, tetapi dampaknya terbatas karena kebijakan dan penjelasannya dianggap tak terlalu mengejutkan,” kata Shin Kadota dari Barclays, Tokyo.

“Kemungkinan akan terpilihnya Jerome Powell sebagai nominator ketua The Fed juga memangkas perolehan Dolar. Begitupula dengan penundaan pengumuman rancangan undang-undang perpajakan yang memicu konflik internal pemerintahan AS.”

Dolar AS telah mendapatkan support sejak bulan Desember dalam harapan reformasi pajak. Namun, sebagian dari butir aturan dalam reformasi pajak perdagangan yang berpotensi mengangkat Dolar, bisa gagal jika rancangan undang-undang tersebut nantinya juga mengungkapkan bahwa masih ada pertentangan di antara para pembuat kebijakan, tambah Kadota yang dikutip oleh Reuters ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat :  ​ Rifan Financindo 

Sumber : SeputarForex