Penguatan Dolar Dan Yield Obligasi AS Dorong Emas Turun

Rifan Pekanbaru – Meningkatnya imbal hasil obligasi AS dan penguatan mata uang Dolar AS menyebabkan harga emas di sesi Asia pada hari Selasa (28/02) ini terseret turun dari level tingginya tiga setengah bulan. Saat berita diturunkan, pair XAU/USD diperdagangkan di level 1,252 Dolar AS. Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam), Tbk turut melandai menjadi Rp 596,000 daripada sebelumnya berada di level Rp 597,000.

 Penguatan Dolar Dan Yield Obligasi AS Dorong Emas Turun

Pada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan April turun ke level harga 1,252 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Mei berada di level harga 18.37 Dolar AS per troy ons ;dan harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Mei ke kisaran harga 2.687 Dolar AS per pound, mengalami penurunan sebesar 0.41 persen.

Pidato Donald Trump Dan Janet Yellen Jadi Fokus Pekan ini

Permintaan aset Safe haven emas telah menaikkan harga emas sejak bulan November di tengah kecemasan investor tentang potensi konflik geopolitik dan kurangnya komitmen The Fed untuk menaikkan tingkat suku bunga-nya lagi. Pekan ini pelaku pasar akan mengamati pidato Donald Trump dan Ketua The Fed, Janet Yellen.

Menurut Chintan Karnani, analis di Insignia Consultants New Delhi, Presiden AS dan Ketua The Fed memiliki pandangan berbeda. “Donald Trump menginginkan tingkat suku bunga rendah dan mata uang Dolar AS tidak terlalu kuat, sedangkan the Fed ingin menaikkan tingkat suku bunga AS apabila data perekonomian AS sesuai target yang sudah ditetapkan,” kata Karnani.

Para investor kini merasa tidak tenang dan mereka benar-benar menginginkan informasi terkait dengan rencana kebijakan pemangkasan pajak. “Apa yang dikatakan Donald Trump besok dalam pidatonya bisa jadi akan mempengaruhi emas. Jika Trump mengumumkan kebijakan pelonggaran fiskal, maka hal ini akan menaikkan minat investor ke logam mulia emas, ” ujar Jens Pederson, seorang analis di Danske Bank.

Pederson berpendapat, kebijakan yang berkaitan dengan reformasi pajak impor kemungkinan akan mendorong Dolar AS naik dan kondisi ini akan berdampak negatif pada emas. Namun, harga emas masih terdukung kebijakan luar negeri AS serta ketidakpastian politik saat ini karena hal itu memliki efek positif bagi aset Safe Haven seperti emas.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat :  Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex