RIFANFINANCINDO | Penyebab Dolar AS Jatuh Meski Suku Bunga The Fed Naik

RIFANFINANCINDO – Dolar AS menguat dengan kecenderungan defensif di hari Kamis (22/Mar) siang ini. Pasca pengumuman FOMC dini hari tadi, Dolar AS jatuh ke terendah dua bulan akibat rapat bank sentral AS yang dinilai kurang hawkish oleh para trader. Selain itu, The Fed mengangkat isu baru dalam rapatnya, yakni potensi perang dagang antara AS dan China.

dolar-as

The Fed menaikkan tingkat suku bunga ke level 1.5 persen – 1.75 persen bulan ini. Sayangnya, dari pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell, kenaikan suku bunga The Fed berikutnya di tahun ini diproyeksi hanya akan terjadi dua kali lagi. Padahal untuk jangka panjang, The Fed menargetkan suku bunga akan mencapai 2.9 persen.

Pasar yang berharap akan ada tiga kali lagi kenaikan suku bunga setelah ini pun kecewa, dan Dolar AS melemah. “Kenaikan suku bunga memang tampak hawkish,” kata Andres Jaime dari Morgan Stanley. “Namun menurut saya, jika kita mendengarkan Jerome Powell dengan seksama, ia sedikit bimbang terhadap pandangan hawkish-nya,”

Dolar AS Jatuh

Saat berita ini ditulis, USD/JPY diperdagangkan di angka 105.72, naik dari Low 105.60 yang terbentuk setelah pengumuman FOMC. EUR/USDdiperdagangkan pada posisi 1.2363, masih cukup jauh dari level rendah 1.2240 yang tercapai di awal pekan sebelum FOMC.

Dolar AS melemah terhadap mata uang-mata uang lainnya termasuk Dolar Kanada dan Peso Meksiko. Dua mata uang tersebut mendulang kenaikan setelah adanya laporan bahwa Gedung Putih meminta renegosiasi tentang ekspor mobil dengan NAFTA. USD/CAD diperdagangkan di kisaran 1.2896 saat berita ini ditulis.

Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap enam mata uang mayor, melorot 0.693 poin atau sekitar 0.77 persen ke angka 89.678. Penurunan Indeks Dolar ini adalah yang paling tajam sejak bulan Januari.

“Hal ini (rencana kenaikan suku bunga AS sebanyak tiga kali, bukan empat kali) tampak seperti sebuah kekecewaan walaupun outlook The Fed secara keseluruhan adalah hawkish karena outlook ekonomi AS dinilai telah menguat,” kata Minh Trang, trader forex senior di Silicon Valley Bank di Santa Clara California. “Itulah mengapa akhirnya timbul semacam sedikit kekecewaan di sisi Dolar AS.”  ( Mbs-rifan financindo berjangka )


Lihat :  Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex