PT RIFAN FINANCINDO | Perang Dagang AS-China Ditunda, USD/JPY Naik

PT RIFAN FINANCINDO PEKANBARU – Dolar AS naik terhadap Yen Jepang di awal sesi perdagangan pekan ini, Senin (21/Mei). Pernyataan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin bahwa perang dagang antara AS dan China ditunda, mendorong minat risiko. Pasar lega sehingga para investor melepas aset-aset safe haven mereka termasuk Yen.

Pernyataan Steven Mnuchin Legakan Pasar

Hari Minggu kemarin, Mnuchin menyatakan bahwa AS dan China sama-sama mundur dari kemungkinan perang dagang, utamanya setelah negosiasi dua hari antara kedua negara. Mnuchin menilai bahwa negosiasi tersebut membuahkan perkembangan yang sangat baik meskipun belum menghasilkan kesepakatan yang pasti. Yang jelas selama negosiasi masih berjalan, AS dan China memutuskan untuk mencabut ancaman penerpan bea impor masing-masing.

steven-mnuchin


“Kami menunda perang dagang,” kata Mnuchin kepada Fox News Sunday.


Pernyataan ini disambut baik oleh pasar keuangan. Dolar AS langsung mencetak gap kenaikan terhadap Yen Jepang. USD/JPY diperdagangkan pada kisaran 111.038 saat berita ini ditulis, terbang meninggalkan level rendah 110.614 yang tercapai di akhir pekan lalu.

“Menurut saya pasar ekuitas akan berada dalam posisi yang lebih menggembirakan hari ini,” kata Stephen Innes, pimpinan perdagangan Asia Pasifik di OANDA Singapura.

Innes menambahkan, apabila yield obligasi US Treasury menembus level yang lebih tinggi daripada level tinggi tujuh tahun di kisaran 3.128 pada hari Jumat kemarin dan Dolar AS sudah mantap menjejak di level 111 per yen, maka level 112 USD/JPY sangat mungkin tercapai.

Neraca Perdagangan Jepang Bulan April Surplus

Kabar meredanya tensi perang dagang antara AS dan China menutupi laporan ekonomi Jepang yang juga dirilis pagi ini. Ekspor Jepang dilaporkan naik pada bulan April setelah penurunan di bulan sebelumnya, sayangnya kenaikan tersebut di bawah ekspektasi. Ekspor Jepang naik 7.8 persen pada bulan April, lebih rendah daripada ekspektasi kenaikan sebanyak 8.7 persen. Impor naik 5.9 persen, di bawah perkiraan kenaikan 9.8 persen. Total surplus neraca perdagangan Jepang adalah 626 miliar yen, lebih banyak daripada ekspektasi surplus 440 miliar yen. Akan tetapi, hasil tersebut tak memberikan tenaga yang berarti bagi Yen Jepang untuk mengalahkan Dolar AS.