Perempuan Muda Meninggal di Tempat Fitnes di Penjaringan Usai Angkat Barbel

Perempuan Muda Meninggal di Tempat Fitnes di Penjaringan Usai Angkat Barbel

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta Seorang wanita bernama Priscilla (27) tiba-tiba kejang usai mengangkat beban di sebuah tempat fitnes di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Korban kemudian dinyatakan meninggal setelah dilarikan ke Rumah Sakit Atmajaya, Pluit, Jakarta Utara.

Peristiwa terjadi pada Kamis (11/8) sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelum mengangkat beban, wanita yang tinggal di Pluit, Jakarta Utara itu sempat melakukan pemanasan.

“Dia sempat pemanasan dulu beberapa menit sama instrukturnya, kemudian angkat beban sebentar dan tidak lama kejang-kejang lalu meninggal,” ujar Kapolsek Penjaringan Kompol Bismo Teguh kepada detikcom, Jumat (12/8/2016).

Bismo mengatakan, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal karena sakit.

“Dugaannya meninggal karena serangan jantung karena tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya,” imbuh Bismo.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Penjaringan Kompol Bungin menjelaskan, persitiwa terjadi saat korban melakukan warming up. Korban bersama instrukturnya sempat melakukan peregangan dan lari-lari kecil di tempat gym tersebut.

“Terus angkat beban sebentar, terus lari-lari lagi. Kemudian mungkin agak lelah, dia duduk, jongkok terus terlentang dan mengalami kejang-kejang,” ujar Bungin.

Sejumlah kawan korban yang juga ikut fitnes, bersama instruktur membawa korban ke RS Atmajaya, Pluit. Korban dinyatakan meninggal di rumah sakit selang 1 jam kemudian atau sekitar pukul 16.00 WIB.

“Pihak keluarga sudah menerima kematian korban sebagai musibah, dan menolak untuk dilakukan autopsi,” imbuhnya.

Bungin menambahkan, wanita lajang ini sudah lama melakukan aktivitas nge-gym di lokasi tersebut. “Dia nge-gym di situ sudah sekitar satu tahun dan sering angkat beban. Sebelumnya suka pindah-pindah tempat,” sambung Bungin.

Polisi telah memeriksa 5 orang saksi terkait kematian korban, antara lain 3 orang teman korban, instruktur fitnes dan pihak keluarga. Dari hasil olah TKP, polisi menemukan obat di dalam tas korban seperti ibuprofen dan paracetamol.

“Mungkin dia merasa deman sehingga membawa paracetamol dan ibuprofen. Karena keluarga menolak autopsi sehingga kita tidak bisa mendalami lebih jauh penyebab kematian korban, tetapi dugaan sementara korban meninggal karena sakit jantung,” pungkas Bungin.(mbs-rifan financindo berjangka)

Sumber : detik.com