Permintaan Minyak India Naik, Harga Emas Bisa Terseret Pula

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ? India selama ini telah menjadi salah satu aktor penting dalam pasar minyal global. Permintaan minyak oleh negara dengan perekonomian yang berkembang ini terus mengalami pertumbuhan. Hal ini akan berdampak pada perdagangan komoditi secara global pula.

Sebagai negara dengan populasi terbesar kedua setelah Cina, India mengalami pertumbuhan ekonomi dan diperkirakan bisa tumbuh 8% ditahun 2021 nanti. Dalam kajian yang dilakukan oleh Citi? Grup, sebagaimana kemudian dilansir oleh Bloomberg, bahwa pertumbuhan kelas pekerja akan mengalami kenaikan dan mencapai jumlah 220 juta dalam 20 tahun kedepan. Diantara penduduk India, 240 juta akan melakukan urbanisasi.

Menjadi perhatian kajian ini adalah urbanisasi tersebut akan diikuti dengan kenaikan pendapatan. Tentu saja akan mendorong daya konsumsi termasuk belanja alat transportasi dan meningkatkan kebutuhan energi atau bahan bakar. Kelas menengah akan berkembang dan kebutuhan akan pehiasan emas akan naik sejalan kebutuhan akan listrik juga meningkat.

Disisi lain, peraturan yang ada telah membatasi kenaikan ekspor remah besi kedalam pasar. India memang bukan Cina dan sulit bagi mereka untuk bisa mengikuti apa yang berlaku di Cina dimana hampir satu dekade lamanya pertumbuhan ekonominya mendekati dua angka. Membuat harga minyak mentah dunia dikisaran $100 per barel. Meskipun tidak sebesar itu, menurut kajian Citi bahwa India cukup bisa mempengaruhi keseimbangan penawaran dan permintaan secara global sejumlah komoditi.

India memang bukan Cina, namun menjadi konsumen ketiga terbesar dan importir minyak, berpengaruh terhadap fluktuasi pasar minyak, batubara dan bijih besi, juga pasar logam. Dengan demikian, jika di India mengalami peningkatan permintaan, tentu akan berimbas pada perdagangan komoditi global pula termasuk Emas.

Citi menilai tahun 2016 ini merupakan masa yang paling tepat dalam melakukan investasi disektor komoditi dalam empat tahun terakhir ini. Mengacu pada indek komoditi Bloomberg, tahun ini saja telah mengalami kenaikan 7,4%. Minyak, Almunium, Tembaga dan komoditi lunak lainnya juga akan meraih masa terbaiknya ditahun 2017. Harga minyak Brent diperkirakan bisa mencapai $60 per barel setelah diakhir tahun ini dikisaran $50 per barel.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat 😕RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber :?financeroll