Pertama Kali dalam 20 Tahun, Harga Sewa Properti di Australia Turun

Rifan Financindo Berjangka -?Harga sewa rumah di kota-kota besar di Australia telah turun hingga 0,2 persen dalam 12 bulan terakhir. Data ini menjadi tanda yang mengkhawatirkan bagi investor di sektor properti.

Penurunan harga sewa ini menjadi yang pertama kalinya dalam 20 tahun yang pernah tercatat oleh CoreLogic RP Data, sebuah lembaga yang memantau harga sewa properti di Australia.

Di kota Darwin, ibu kota Kawasan Australia Utara, harga sewa telah merosot hingga 11,5 persen. Sementara harga sewa di Perth, ibu kota Australia Barat turun hingga 8,4 persen, selama 12 bulan terakhir. Bahkan di kota-kota besar di pesisir pantai Australia timur, harga sewa hampir tidak sebanding dengan inflasi secara umum.

Harga sewa properti di Melbourne, hanya naik 2 persen. Sementara, harga sewa di Sydney hanya naik sedikit menjadi 1,4 persen.

Peneliti dari CoreLogic RP Data, Cameron Kusher mengatakan hal ini kemungkinan hanya terjadi musiman, meski ia masih tidak bisa melihat akan adanya peningkatan dalam beberapa waktu ke depan.

“Pasokan akomodasi bertambah, sebagai akibat dari booming properti saat ini, bersama rekor investasi di sektor properti yang tinggi sehingga menambah pasokan hunian baru yang besar. Sementara laju pertumbuhan penduduk melambat dari kuartal ke kuartal,” ujar Kusher.

Data dari Biro Statistik menunjukkan persetujuan pembangunan properti mencapai rekor, menunjukkan kegiatan konstruksi akan terus membangun puluhan ribu unit tambahan ke pasar. “Dalam semua kemungkinan, tidak akan ada banyak ruang untuk pemilik properti untuk menaikkan harga sewa saat ini…,” kata Kusher.

Tapi sebaliknya, laporan dari situs properti ‘Domain’ memprediksi harga sewa di sebagian besar kota-kota justru akan terus meningkat. “Meskipun semakin banyak properti baru, kita dapat melihat meningkatkan harga sewa rumah dan unit di sebagian kota-kota besar untuk beberapa tahun ke depan,” ujar Dr Andrew Wilson, Kepala Ekonom dari situs Domain.

Hingga Desember 2015, data yang digunakan situs Domain menunjukkanharga sewa di Sydney telah jatuh dari 510 sampai 500 dolar Australia (sekitar Rp 5,1 hingga 5 juta) per minggu, sebelum naik lagi di Maret 2016. Tetapi meski harga sewa meningkat, keuntungan bagi investor tidak terlihat begitu baik.

Kembali ke laporan Core Logic RP Data, harga sewa di pasar properti paling mahal di Australia, yakni Sydney dan Melbourne telah turun. Di Sydney harga sewa telah turun hingga 3,4 persen dari 3,6 persen sebelumnya. Di Melbourne harga sewa jatuh dari 3,3 menjadi 3,1 persen.(Mbs-Rifan Financindo Berjangka)

Sumber : internasional.republika.co.id