Pidato Mario Draghi ECB Sinyalkan Perpanjangan QE

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Pemulihan ekonomi Zona Euro masih sangat bergantung pada stimulus dari Bank Sentral Eropa (ECB), demikian ungkap Presiden ECB, Mario Draghi, dalam pidatonya pada Jumat (18/November) sore ini. Pernyataan tersebut merupakan indikasi bahwa ECB kemungkinan akan memperpanjang kebijakan pelonggaran moneternya bulan depan.

Mario-Draghi

“Kami belum bisa melepas perlindungan kami,” kata Draghi dalam konferensi perbankan tadi. “ECB akan melanjutkan tindakan yang sudah dilakukan sebelumnya, dengan jaminan, menggunakan semua instrumen yang tersedia sampai inflasi naik secara berkelanjutan,”

Para pembuat kebijakan di ECB sedang bersiap untuk menggelar rapat reguler pada tanggal 8 Desember, dimana mereka diekspektasikan akan memutuskan untuk memperpanjang program pembelian obligasi bulanan sebesar 80 miliar euro yang disebut dengan program pelonggaran kuantitatif (qe). QE ECB dijadwalkan akan berakhir pada bulan Maret 2017.

Dengan pembelian obligasi, ECB diharapkan dapat merendahkan tingkat suku bunga di negara-negara anggota Zona Euro demi mendorong permintaan kredit, pertumbuhan, dan inflasi. Namun, upaya bank sentral yang bermarkas di Frankfurt tersebut masih terkendala oleh inflasi yang belum juga menyentuh target 2%. Bulan lalu, inflasi Zona Euro hanya 0.5 persen.

“Kami belum melihat adanya penguatan yang konsisten dalam dinamika inflasi saat ini,” Draghi mengingatkan sembari berjanji untuk terus menyediakan kebijakan moneter yang substansial dan sesuai.

EUR/USD Masih Di Level Rendah

Menyusul pidato Draghi, tak ada perubahan berarti pada EUR/USD. Pair tersebut diperdagangkan masih di level rendah pada 1.0602, merosot 0.2 persen hari ini. Untuk sepekan ini, EUR/USD sudah mengumpulkan penurunan sebanyak 2.3 persen. (Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : PT. Rifan financindo berjangka pekanbaru

Sumber : seputarforex