Pound Melonjak Tajam Sejak 2008 Ditengah Meningkatnya Polling Terbaru

PT. Rifan Financindo Berjangka – Pound menguat sejak 2008, memacu reli global dalam mata uang berimbal hasil lebih tinggi ditengah jajak pendapat mengisyaratkan meningkatnya kampanye U.K untuk bertahan di Uni Eropa.

volatilitas Sterling berkurang setelah pembunuhan anggota parlemen pro-Uni Eropa Jo Cox menunjukkan “Tetap” meningkat. Sebuah jajak pendapat dari Survation diambil sebuah Koran di Inggris pada 17-18 menunjukkan “tetap” yang didukung oleh 45% dan “Tinggalkan” oleh 42%, membalikkan posisi dari jajak pendapat sebelumnya. Pound menguat pada akhir pekan lalu setelah berkampanye untuk referendum ini Kamis berhenti setelah kematian Cox.

Sterling naik 2% menjadi $ 1,4648 pada 09:23 pagi di London, kenaikan terbesar sejak Desember 2008, setelah naik 1,1% pada hari Jumat yang diselesaikan untuk penguatan mingguan pertama bulan ini. Indeks satu minggu volatilitas mencatat pound turun terhadap dolar turun menjadi 37,2% dari rekor penutupan 47,9% pada sesi sebelumnya.(yds) – PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber: Bloomberg

Dolar Aussie di dekat level US74.5c seiring risiko kembali muncul

Pemulihan harga minyak dan kembali munculnya sentimen risiko telah membantu mendorong dolar Australia ke atas 74 sen per dolar AS lagi.

Pada hari Senin pukul 1:30 siang waktu Australia bagian timur, mata uang ini diperdagangkan di level 74,42 sen per dolar AS, naik dari level 73.93 sen per dolar AS di waktu yang sama pada hari Jumat.

Oanda Australia dan trader senior Asia Pasifik Stephen Innes mengatakan Aussie telah menemukan dukungan yang layak setelah pemulihgan harga minyak selama akhir pekan.

“Sentimen risiko secara keseluruhan (di pasar) juga melambung setelah penangguhan sementara referendum kampanye di Inggris,” katanya dalam sebuah catatan.

Sumber: theaustralian