Rifanfinancindo | Pound Menguat Terbatas Pasca Kemenangan May Di Partai Konservatif

Rifanfinancindo – PM Theresa May menang menghadapi voting mosi tidak percaya yang digelar di kalangan Partai Konservatif pada Kamis (13/Desember) dini hari tadi. Poundsterling pun menguat menyusul berita tersebut. Meski demikian, memasuki sesi Asia siang ini, kekuatan Pound tak berlanjut karena voting Brexit Plan di parlemen belum jadi dilaksanakan.

Tantangan Berikutnya: Persetujuan Parlemen

Para anggota pembuat kebijakan di Partai Konservatif menggelar pemungutan suara tertutup untuk menentukan apakah PM Theresa May masih dapat dipercaya untuk memimpin partai mereka.

rifan-pekanbaru.com

Hasilnya, May memenangi dukungan 200 dari 317 anggota partai Konservatif. Namun demikian, dari hasil tersebut juga tampak bahwa yang tidak mendukungnya pun tak sedikit. Hal ini mengindikasikan akan ada kesulitan dalam mendapatkan persetujuan parlemen nantinya.

Sebelum pemungutan suara dimulai, May berusaha keras untuk meyakinkan mereka bahwa proses Brexit yag sudah berjalan sampai sejauh ini, masih membutuhkan dirinya sebagai pemimpin. Setelah Brexit beres, ia berjanji tak akan mencalonkan diri lagi di putaran pemilu tahun 2022.

GBP/USD Hentikan Kenaikan Siang Ini

Dengan demikian, penguatan Pound kali ini hanya akan berlangsung singkat. Kepala Ahli Mata Uang, Masafumi Yamamoto dari Mizuho Securites mengatakan, “Begitu hasil aktual (voting mosi tidak percaya) diumumkan, aksi profit taking poun mendominasi. Namun, Sterling berhenti terpresiasi,”

“Kabar tersebut memang bukan bukan berita buruk, tetapi belum menyelesaikan masalah Brexit. Artinya, ketidakpastian masih berlanjut.” sambung Yamamoto.

Saat berita ini ditulis pada pukul 12:35 WIB, GBP/USD sudah turun 0.1 persen ke 1.2614 walaupun sudah melompat dari level rendah 1.2477. Total, GBP telah menghimpun 1.1 persen penguatan terhadap Dolar AS. Sementara itu, EUR/GBP juga mulai membentuk penguatan tipis 0.06 persen ke 0.9005, setelah menyentuh level rendah 0.8993 setelah pengumuman kemenangan May.