PRE OPENING: IHSG DIPERKIRAKAN MIXED, CENDERUNG MELEMAH

shadow

Financeroll?- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG akan berada di kisaran level 5008-5090. Untuk sejumlah saham yang layak direkomendasikan: TLKM, SMCB, BBNI, PTBA, KLBF, PGAS, dan BMRI.

Pada perdagangan Senin (11/8) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5035-5044 dan resisten 5067-5087. Spinning di atas lower bollinger band (LBB ). MACD cenderung turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William?s %R cenderung turun.

Laju IHSG mampu bertahan untuk tidak masuk pada kisaran target support (5025-5035) dan sempat berada di kisaran target resisten (5075-5095) meski akhirnya ditutup di bawahnya seiring kembali maraknya aksi jual. Masih silih bergantinya sentimen negatif membuat IHSG sulit untuk rebound namun, potensi pelemahan lanjutan bisa saja tertahan jika pelaku pasar memanfaatkan pelemahan tersebut untuk buy on weakness.

Sebagai informasi, IHSG pada perdagangan Jumat 11 Agustus 2014 ditutup melemah 0,26% pada level 5053 setelah sempat menguat pada awal sesi. Sektor perkebunan menyumbangkan pelemahan terbesar. Investor asing melakukan net sell senilai Rp 174,9 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat karena berkurangnya ketegangan di Ukraina dan Timur Tengah.

Pasca menguat sehari sebelumnya, tampaknya IHSG tidak mampu bertahan naik sendiri dibandingkan dengan laju bursa saham Asia lainnya yang melemah. Masih adanya tekanan negatif yang melanda laju bursa saham global turut berimbas pada IHSG sehingga pelaku pasar memanfaatkan penguatan sebelumnya untuk profit taking. Mood pelaku pasar kembali terusik dengan masih maraknya sentimen negatif.

Terlebih jika pelaku pasar mengkaitkan masalah sidang MK dengan laju pasar yang tentunya kami nilai akan sangat terkesan lebay. Pelemahan yang terjadi lebih disebabkan sentimen global dan mungkin ada imbas dari pengurangan jatah BBM bersubsidi yang dapat berpengaruh sesaat pada penurunan aktivitas beberapa sektor.

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5068,72 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 5043,53 (level terendahnya) di mid sesi 1 dan berakhir di level 5066,98. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net buy.

Selain itu, Data produktivitas dan upah pekerja di AS meningkat lebih besar dari perkiraan pada kuartal kedua. Pada pekan ini perhatian pasar kembali akan tertuju pada perkembangan geopolitik global, termasuk Ukraina, Iraq dan Jalur Gaza, selain mencermati valuasi saham. Penguatan dollar AS akhir-akhir ini kemungkinan akan tertahan dengan penguatan euro, karena investor meyakini bahwa pemerintah Rusia akan mengurangi ketegangan di Ukraina. Beberapa data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini juga akan mempengaruhi pergerakan indeks.

Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya retail sales, business inventories, PPI, empire manufacturing, indu strial production dan Mich Sentiment. Dari domestik, pasar akan menanti hasil keputusan RDG BI pada hari Kamis dan mencermati perkembangan sidang MK mengenai keputusan KPU mengenai pilpres

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/pre-opening-ihsg-diperkirakan-mixed-cenderung-melemah-6/