PRE OPENING: IHSG DIPERKIRAKAN MIXED, CENDERUNG MELEMAH

shadow

Financeroll ??Hari ini diperkirakan IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks koreksi dan breakdown support fibo 100% di 4.878. Indicator RSI di area 40%, dan potensi koreksi lanjutan masih terbuka. Indeks akan bergerak?mixed to down?menguji menguji support selanjutnya di fibo 161,8% pada level 4.819. Indeks akan bergerak di kisaran support 4.826 dan resistance 4.863.

IHSG berpotensi ?akan berada pada rentang support 4825-4830 dan resisten 4865-4895. Inverted hammer di atas lower?bollinger band?(LBB). MACD masih cenderung turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William?s %R gagal bertahan naik. IHSG berakhir di bawah kisaran target support (4840-4855) meski sebelumnya sempat mampir di kisaran target resisten (4871-4880).

Belum adanya sinyal positif pada IHSG membuat IHSG rawan terjadi pelemahan lanjutan meski sudah di area oversold. Namun demikian, posisi IHSG juga mampu menawarkan posisi entry yang menarik seiring kembali rendahnya harga-harga?saham.

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4875,02 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4838,98 (level terendahnya) di akhir sesi 1 dan berakhir di level 4838,98. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan?net?sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Harapan akan berlanjutnya kenaikan IHSG tampaknya belum terwujud seiring imbas pelemahan pada sejumlahbursa saham?global setelah merespon kembali meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Belum lagi pernyataan pejabat negara ini yang mengatakan pelemahan Rupiah memang diperlukan untuk meningkatkan ekspor membuat laju Rupiah kian terpuruk dan tentu saja memberikan imbas negatif pada laju sejumlah saham.

Terutama untuk para emiten yang memiliki biaya dalam bentuk valas maupun memiliki utang dalam bentuk valas. Kekhawatiran lain ialah mengenai penilaian terhadap neraca perdagangan yang mungkin bisa terganggu dengan lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah.

Pasar saham AS berbalik arah menguat, seiring keyakinan akan pemulihan ekonomi Paman Sam. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks?Dow Jones?Industrial Avg sebesar +0,29% dan indeks S&P500 sebesar +0,49%. Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh keputusan The Fed yang akan mempertahankan pengetatan dalam jangka panjang. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 sebesar +0,19% dan KOSPI Composite di Korea Selatan +0,38%.

Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI naik +0,25% ke posisi USD 106,77 per barel. Sedangkan?harga emas?Comex terkoreksi -0,18% ke level USD 1.320,20 per troy ounce. Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi di bulan Juni 2014 akan berada di level 0,3% ? 0,4%. Di sisi lain, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) kemungkinan masih akan terbatas, menanti rilis data ekonomi dan hasil pemilihan presiden yang telah semakin dekat.

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/pre-opening-ihsg-diperkirakan-mixed-cenderung-melemah-5/