PRE OPENING: IHSG DIPERKIRAKAN MIXED, CENDERUNG MENGUAT

shadow

Financeroll?? Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak ?mixed, cenderung menguat. IHSG akan berada di kisaran level 5113-5194. Untuk beberapa saham yang dapat direkomendasikan, antara lain: INDF, LSIP, TINS, PGAS, SILO, MPPA, TLKM, ICBP, dan BBCA.

Pada perdagangan Senin (15/9) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5115-5133 dan resisten 5155-5178. Piercing line bertahan di atas lower bollinger band (LBB ). MACD masih turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William?s %R mencoba berbalik naik. Laju IHSG mampu bertahan di atas target support (5120-5126) dan kembali masuk target resisten (5142-5180). Meski masih rendah namun, masih adanya aksi beli mampu menahan pelemahan IHSG. Diharapkan aksi beli dapat kembali terjadi sehingga mampu melanjutkan kenaikan laju IHSG.

IHSG pada perdagangan Jumat (12/9) ?ditutup menguat 0,21% pada level 5143. Sektor pertambangan menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net sell senilai Rp 776,4 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup melemah karena kekhawatiran pulihnya perekonomian AS akan mendorong The Fed menaikkan suku bunga dengan segera.

Pasca mengalami pelemahan selama tiga hari berturut-turut, laju IHSG mulai mencoba rebound. Pelaku pasar pun mencoba memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali mengakumulasi. Meski akumulasi beli yang terjadi belum meningkat banyak namun, setidaknya sudah cukup minimal untuk membuat laju IHSG kembali menghijau. Apalagi dari garis tren kenaikan jangka panjang, laju IHSG mampu bertahan di atas batas garis 5120 dan hampir menutup utang gap 5113-5127 yang pernah terjadi di mid Agustus lalu. Positifnya laju bursa saham Asia dan tidak terlalu fluktuatifnya laju Rupiah mampu mengimbangi sentimen negatif dari masih berlanjutnya aksi jual asing dan kekhawatiran imbas kenaikan harga gas elpiji terhadap inflasi.

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5156,97 (level tertingginya) di mid sesi 2 dan menyentuh level 5127,73 (level terendahnya) di mid sesi 1 dan berakhir di level 5143,71. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Data penjualan ritel AS pada bulan Agustus naik 0,6%, yang merupakan pertumbuhan tercepat dalam empat bulan terakhir dan indeks Mich Sentiment bulan September naik pada level tertinggi dalam setahun terakhir, yaitu pada 84,6. Harga minyak mentah melemah akibat kecemasan akan permintaan global. Pada pekan ini, pasar akan menantikan pertemuan The Fed pada hari Selasa dan Rabu.

Di sisi lain, The Fed akan memperbarui proyeksi ekonomi, termasuk perkiraan pertumbuhan, tingkat pengangguran, inflasi dan suku bunga pada 2017. Program pembelian obligasi diperkirakan akan dihentikan pada bulan depan. Pasar akan mencermati apakah ada petunj uk kapan suku bunga akan dinaikkan untuk pertama kalinya. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya empire manufacturing, industrial production, PPI, CPI, housing starts, building permits, Philadelphia Fed dan leading indicators.

Sumber :