PRE OPENING: NANTIKAN SENTIMEN PENGGERAK, IHSG DIPERKIRAKAN MELEMAH

shadow

Financeroll ?- ?Pada perdagangan Senin (23/6) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4835-4839 dan resisten 4875-4893. Three black crows mendekati?lower bollinger band?(LBB ). MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William?s %R masih melanjutkan pelemahan.

Meski IHSG sempat berada di atas kisaran target support (4848-4855) namun, tidak mampu bertahan dan ditutup di bawah target kisaran tersebut. Aksi jual yang masih terjadi pun akan menyulitkan IHSG untuk bangkit, terkecuali sebagian pelaku pasar memanfaatkan kondisi ini untuk menampung di bawah sehingga dapat mengurangi penderitaan IHSG.

Laju IHSG pekan lalu diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks koreksi dan breakdown support di 4.849. Indicator RSI di area 40% dan potensi koreksi lanjutan masih terbuka. Hari ini indeks akan bergerak mixed dengan penurunan terbatas menguji support selanjutnya di 4.835. Indeks akan bergerak di kisaran support 4.835 dan resistance 4.872.

Akhir pekan lalu (20/06) IHSG kembali mengalami pelemahan seiring dengan rupiah yang mengalami tekanan. IHSG ditutup turun 0,35% ke level 4,847.70. Kekuatiran pasar terhadap konflik di Irak serta sepinya sentimen positif dari dalam negeri membuat IHSG berakhir di zona negatif di tengah positifnya bursa AS. Pelemahan dipimpin sektor pertambangan. Investor asing mencatat net buy sebesar Rp 31 miliar.

Tidak banyak bursa saham Asia yang mampu lanjutkan penguatannya dan kembali melemahnya laju nilai tukar rupiah membuat IHSG kesulitan untuk bangkit. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4884,48 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4847,70 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4847,70. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net sell.

Pasar saham AS terus melakukan rally penguatan pada akhir pekan lalu, seiring dengan ekspektasi investor terhadap pemulihan ekonomi Paman Sam. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,2% dan indeks S&P500 sebesar +0,2%. Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh meredanya tensi konflik di Irak. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 sebesar +0,52% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan +0,35%. Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terapresiasi.

Harga minyak mentah WTI naik +0,33% ke level US$104,90 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,10% ke posisi US$1.316,20 per troy ounce. Dari dalam negeri, nilai tukar rupiah masih terus melemah terhadap dolar AS, dan membebani pergerakan IHSG. Di sisi lain, investor masih melakukan wait and see menanti pemilihan presiden dan rilis laporan keuangan perusahaan tercatat (emiten) semester satu pekan depan.

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/pre-opening-nantikan-sentimen-penggerak-ihsg-diperkirakan-melemah/