0

PT RFB Klaim Mengalami Pertumbuhan Transaksi Hingga 23,65 Persen

PT RFB Klaim Mengalami Pertumbuhan Transaksi Hingga 23,65 Persen
Rifanfinancindo Pekanbaru – PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Cabang Pekanbaru mencatat pertumbuhan transaksi ┬álot sebesar 23,65 persen pada semester I tahun 2017 ini dibandingkan semester II tahun lalu.
“Pertumbuhan transaksi semester ini lebih baik dibandingkan semester II tahun 2016 yang hanya 27.581 lot atau 1 Lot = $1.000 usd (Rp10 juta),” kata Kepala Cabang PT Rifan Financindo Berjangka Pekanbaru, Liwan pada acara media workshop di Pekanbaru, Sabtu.
Liwan menjelaskan pada semester I tahun 2017 ini PT RFB sudah melakukan transaksi sebesar 34.105 lot naik dari semester lalu hanya 27.581. Ini dikarenakan semakin gencarnya pihak perusahaan mencari investor baru. Walau diakuinya jumlah tersebut masih terbilang menurun dibandingkan semester yang sama tahun lalu.
“Semester I tahun 2016 PT RFB mampu melakukan transaksi 39.217 lot, jika dibandingkan semester yang sama tahun ini turun sekitar 5.000 lot lebih,” ujarnya.
Namun masalah ini menurutnya akan bisa dikejar dan dicapai kedepan melalui bantuan media sebagai corong informasi yang mengedukasi masyatakat. Hal ini jugalah maksud dan tujuan diselenggarakannya workshop ini yakni memberikan pengetahuan tentang perdagangan berjangka bagi puluhan awak media cetak dan online di Kota Pekanbaru terkait resiko dan peluangnya berbisnis bursa guna menghindari investasi bodong.
“Media adalah corong yang diharapkan untuk menyampaikan peluang investasi berjangka di masyarakat karena potensinya masih sangat besar di masyarakat,” kata Liwan menjelaskan dengan sosialisasi ini media mampu mengedukasi bagaimana trik berinvestasi berjangka dan merubah pola pikir di masyarakat.
“Sosialisasi ini kami harapkan dapat disampaikan kepada masyarakat oleh ┬ámedia sehingga mereka bisa memilih investasi berjangka yang berizin,” harapnya.
Selain itu tujuan lainnya para jurnalis diharapkan bisa ikut menulis tentang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) yang akan dilombakan.
Ia menjelaskan syarat lomba penulisan themanya mengenai Perdagangan Berjangka Komoditi dan peran Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) serta Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dalam mengembangkan PBK Domestik yang lebih baik.
Workshop diharapkan membuat wartawan memahami sehingga dalam penulisan beritanya dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat luas sehingga mengurangi akses investasi bodong yang merugikan masyarakat.
Sementara menurut Coorporate Secrerary Jakarta Future Exchange, Tumpak Sihombing, dengan pemahaman mengenai investasi masyarakat bisa memilih perusahaan industri Perdagangan Berjangka Komoditi yang benar dan masuk dalam daftar perusahaan investasi di bawah Bappebti di lingkungan Kementerian Perdagangan RI.
“Dalam bisnis Perdagangan Berjangka Komoditi memang dikenal dengan adanya resiko. Resiko itu ada yang menguntungkan, juga ada yang merugikan. Untuk itu perlu bagi masyarakat agar mengetahui mana perusahaan investasi yang resmi maupun yang tidak resmi (bodong),” terangnya.
Ia menambahkan berdasarkan UU No.32/1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, perdagangan berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi dengan penyerahan kemudian berdasarkan Kontrak Berjangka dan Opini atas Kontrak Berjangka.
Perdagangan berjangka dilakukan di Bursa Berjangka, yang selanjutnya disebut dengan Bursa, yang memperdagangkan Kontrak Berjangka berbagai komoditi. Tempat dimana Kontrak Berjangka diperdagangkan juga disebut pasar berjangka.
Dengan demikian di Bursa akan terdapat banyak pasar berjangka sesuai dengan banyaknya komoditi yang diperdagangkan. Di bursa, pembeli dan penjual bertemu satu sama lain dan melakukan transaksi untuk membeli/menjual sejumlah komoditi untuk penyerahan di kemudian hari sesuai isi/spesifikasi kontrak.( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : Antarariau.com

Tinggalkan Balasan