PT Rifan Financindo Berjangka | 3 Bank Syariah BUMN Merger, Namanya Jadi Bank Syariah Indonesia

PT Rifan Financindo Berjangka | 3 Bank Syariah BUMN Merger, Namanya Jadi Bank Syariah Indonesia

PT Rifan Financindo Berjangka – Jakarta Rencana penggabungan atau merger bank syariah BUMN, yaitu PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) telah menetapkan struktur, nama, hingga logo baru.

Nama baru bank hasil penggabungan atau merger yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk yang diikuti oleh penggantian logo. Nama tersebut akan digunakan secara efektif oleh PT Bank BRIsyariah selaku bank yang menerima penggabungan.

Diperkirakan secara efektif merger bank syariah BUMN ini ditargetkan rampung pada 1 Februari 2021 sebagaimana tercantum pada Perubahan Ringkasan Rencana Merger.

Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN, Hery Gunardi memastkan segala rencana perubahan dan penyesuaian operasional telah sesuai dengan tujuan dan kegiatan operasional bank hasil merger. Dia mengungkap visi bank hasil merger ini untuk menjadi top 10 bank syariah terbesar di dunia dan top 10 bank terbesar di Indonesia dalam lima tahun ke depan.

“Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, entitas baru ini tentu memerlukan identitas yang kuat dan Direksi yang berpengalaman untuk menjalankan operasionalnya. Dengan Direksi yang akan diisi oleh orang-orang berpengalaman di bidangnya, visi Bank Syariah Indonesia untuk menjadi salah satu bank syariah terbesar di dunia akan semakin mantap dan yakin bisa kita wujudkan,” ujar Hery yang kini menjadi Dirut Bank Syariah Mandiri.

Merger bank syariah BUMN diproyeksi memiliki aset mencapai Rp 214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp 20,4 triliun. Jumlah aset dan modal inti itu menepatkan bank hasil merger dalam daftar 10 bank terbesar di Indonesia dari sisi aset dan top 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar dalam lima tahun ke depan.

Pasca merger, bank hasil merger akan diperkuat oleh 10 direksi. Nama-nama tiap Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) Bank Hasil Penggabungan akan dibahas dalam RUPSLB BRIS yang rencananya dilaksanakan pada 15 Desember 2020.

Adapun rincian 10 posisi direksi yang akan mengelola merger bank syariah BUMN terdiri dari Direktur Utama, dua posisi Wakil Direktur Utama, dan masing-masing satu Direktur Wholesale & Transaction Banking, Retail Banking, Sales & Distribution, Information Technology & Operations, Risk Management, Compliance & Human Capital, serta Finance & Strategy.

Direktur Utama BRISyariah Ngatari mengatakan proses merger ini masih harus memperoleh persetujuan dari regulator-regulator terkait dan seluru prosesnya akan dilakukan sesuai regulasi yang berlaku.

“Kami menjamin semua proses merger sampai tuntas nanti akan dilakukan dengan mengedepankan para karyawan, nasabah, dan mitra usaha. Perlu dicatat bahwa saat ini merger belum efektif. Kami masih menjalankan sejumlah proses agar dapat memperoleh semua persetujuan dari regulator. Hingga proses tersebut selesai, semua operasional dan layanan tetap berjalan normal dan optimal,” jelasnya.

Merger bank syariah BUMN juga akan didukung dengan lebih dari 1.200 cabang, 1.700 jaringan ATM, serta didukung 20.000 lebih karyawan di seluruh Indonesia,

Kantor pusat bank hasil penggabungan atau merger akan berada di Jl. Abdul Muis No. 2-4, Jakarta Pusat, yang sebelumnya merupakan kantor pusat BRIS. Bank hasil merger akan melakukan kegiatan usaha pasca merger di kantor pusat, cabang, dan unit yang sebelumnya dimiliki BRIsyariah, Bank Syariah Mandiri, serta BNI Syariah.

Direktur Utama Bank BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengungkap bank hasil merger sejalan dengan upaya pemerintah RI untuk membentuk ekosistem halal serta mendorong perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Dia berharap bank hasil merger ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, nasabah, serta pelaku usaha di Indonesia.

“Gerak bank hasil merger kami yakini akan semakin lincah dan mampu menjawab tantangan serta segala kebutuhan masyarakat, nasabah, serta pelaku usaha di Indonesia maupun dunia. Pengelolaan bank hasil merger akan membantu mewujudkan salah satu tujuan dari penggabungan ini, yakni menjadikan Bank Syariah Indonesia sebagai jangkar dalam ekosistem industri halal dan mendukung visi untuk memposisikan Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi Syariah dunia,” ucap Firman.”

Merger bank syariah BUMN ini akan menyediakan solusi untuk segmen-segmen usaha, dari segmen ritel, korporasi dan wholesale, hingga memberikan dukungan kepada UMKM. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : PT Rifan Financindo Berjangka
Sumber : finance.detik