PT Rifan Financindo Berjangka | Terdampak Pandemi, Pria Gunungkidul Justru Sukses Jualan Ikan Predator

PT Rifan Financindo Berjangka | Terdampak Pandemi, Pria Gunungkidul Justru Sukses Jualan Ikan Predator

PT Rifan Financindo Berjangka – Gunungkidul Terlalu banyak di rumah saat pandemi membuat Kismaya Sales Wibawa (25) mengembangkan bisnis jual beli ikan predator. Dari penjualan tersebut, warga Kalurahan Wareng, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul ini mampu meraup jutaan rupiah perbulannya.

Kismaya menjelaskan awal mula dirinya menekuni bisnis tersebut saat itu dia tidak banyak bekerja di luar rumah, karena pandemi yang melanda. Kismaya sendiri sehari-hari berprofesi sebagai pekerja lepas.

Oleh karena itu, sebagian besar waktunya dihabiskan untuk mengurus ladang dan memelihara tanaman hias. Selanjutnya pada bulan Juni 2020 lalu dua mencoba membeli ikan Guppy untuk dipelihara.

“Tapi akhirnya mati karena perawatannya kurang baik,” katanya saat ditemui wartawan di rumahnya, Kamis (24/12/2020).

Selanjutnya, pemuda berambut pendek ini berkunjung ke salah satu komunitas reptil di Gunungkidul. Di sanalah dia tertarik dengan ikan chana yang termasuk jenis ikan predator.

“Terus sekitar bulan Juli saya main di rumah salah satu komunitas reptil. Di sana dia memelihara ikan Chana dan saya mulai tertarik juga untuk memeliharanya,” ujarnya.

Tak lama kemudian, Kismaya membeli ikan Auranti dari Kabupaten Sleman seharga Rp 300 ribu per ekornya. Selanjutnya ketika sampai di rumah dia iseng memposting ikannya tersebut di status WhatsApp.

“Ternyata responnya cukup bagus dan ikan yang belum lama sampai rumah itu laku Rp 600 ribu mas, kan sangat lumayan,” ucapnya.

Terkait daya tarik ikan tersebut, Kismaya menyebut karena ikan predator memiliki jenis dan warna yang beragam dan mudah dipelihara. Selain itu, dapat diajak bermain dengan menempelkan tangan di kaca yang nantinya ketika tangan bergerak akan diikuti oleh ikan tersebut.

Berkaca dari hal tersebut, dia mulai membeli dan merawat ikan predator seperti Channa Maru, Auranti, Pulcra, Asiatika, dan Yellow Sentarum. Perlu diketahui semua ikan tersebut kerap dikenal masyarakat lokal dengan nama ikan gabus.

“Karena dengan jual beli ikan satu sampai dua ekor ini dapat keuntungan perbulan antara Rp 3 juta sampai Rp 8 juta,” katanya.

Pasalnya, kata Kismaya, modalnya tidak terlalu besar. Mengingat perawatannya yang mudah dan potensi kerugian kecil. Kismaya mengaku biaya makan untuk 1 ekor ikan dalam sebulan sekitar Rp 10 ribu, pakan ikan itu bisa jangkrik, umpan udang hidup, ulat jerman, dan ikan kecil.

“Apalagi ikan predator ini tidak gampang mati, dam tidak perlu mesin pompa udara gelembung angin juga untuk memeliharanya,” ucap Kismaya.

Menyoal penjualan ikan predator, Kismaya mengandalkan medsos Facebook dan WhatsApp grup komunitas ikan predator. Sedangkan untuk transaksi, Kismaya melalui cash on delivery atau COD.

“Karena untuk ikannya saya jual dengan harga bervariasi mulai dari Rp100 ribu hingga jutaan rupiah. Karena harganya tergantung tergantung ukuran dan jenis ikan,” katanya.

Dia menyampaikan kreteria ikan berkualitas baik. Untuk Channa Maru dilihat dari tebal bar, dorsal (sirip), dan warna pekat. Sedangkan untuk jenisa Auranti dilihat warna, bentuk, dan sirip (godrong bagus besar).

“Untuk pulcra warna semakin cerah paling dicari. Terus untuk jenis Asiatika dilihat dari banyaknya mutiara dan bentuk ikan,” ucapnya.

Saat ini Kismaya memiliki belasan aquarium yang tertata rapi di rumahnya. Beberapa pecinta ikan juga sering mendatangi rumahnya untuk sekadar melihat-lihat hingga membelinya.

Seperti halnya Adi Bagus (29), dia mengaku sengaja datang ke rumah Kismaya dari Klaten untuk melihat ikan koleksi ikan predator milik Kismaya. Pasalnya dia memelihara ikan predator yang saat ini tengah digandrungi masyarakat.

“Kalau saya ke sini ingin saja dulu bagaimana peliharaannya dan lain-lain, karena saya juga ingin pelihara ikan seperti ini,” katanya. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : PT Rifan Financindo Berjangka
Sumber : finance.detik