0

PT Rifan financindo | Harga Emas Jatuh 2 Persen Pasca Kabar Penundaan Tarif AS

PT Rifan Financindo – Harga emas melemah hingga 2 persen ke bawah level psikologis $1500 di sesi perdagangan Selasa (13/Agustus) malam ini, setelah AS menyatakan akan menunda penetapan tarif terhadap sejumlah barang impor China. Selain itu, baik AS maupun China sepakat untuk melanjutkan negosiasi perdagangan kembali.

Harga emas spot jatuh 1.2 persen ke 1,493.64 per ounce pasca kabar tersebut. Padahal sebelumnya, harga emas spot anteng di kisaran tertinggi sejak April 2013 di 1,534.31. Sementara itu, harga emas futures di Comex New York turun 0.6 persen ke $1,508.3 per ounce.

Penurunan harga emas hingga 2 persen tampak dalam grafik XAU/USD Hourly di bawah ini. XAU/USD jeblok hingga 2.22 persen, dari level tinggi 1,521.95 ke level rendah 1,479.50. Namun kemudian, penurunan tersebut terkoreksi setengahnya. Saat berita ini ditulis, harga emas sudah kembali ke level psikologis dan diperdagangkan di 1,501.68.

xauusd

Tarif Ditunda Sampai Pertengahan Desember 2019

Kantor US Trade Representatives (USTR) mengumumkan bahwa pemerintahan Trump akan menunda penetapan tambahan tarif 10 persen pada sebagian produk impor dari China; termasuk ponsel dan laptop. Pengenaan pajak terhadap barang-barang tersebut–yang sedianya akan dilaksanakan per awal September depan–akan diundur hingga 15 Desember 2019.

“Pencairan (ketegangan AS-China), mungkin adalah sebuah (wujud) pertimbangan kembali dari proposal tarif baru, (sehingga) telah menguras kenaikan harga emas saat ini,” kata Tai Wong, Kepala BMO.

Menurut Wong, keputusan tersebut kemungkinan besar datang dari keluhan para pelaku industri AS. Mereka ditengarai merasa kesulitan untuk mencari subtitusi sejumlah barang yang akan dikenai tarif baru.

Merespon laporan tersebut, saham-saham AS dan Dolar pun melonjak. Kabar baik bagi kedua jenis aset Risk-Appetite tersebut ditambahi dengan kesepakatan AS-China untuk kembali berdiskusi via telepon dalam dua pekan ke depan. Meski demikian, Wong menambahkan bahwa momentum ini hanyalah sementara. Outlook bullish emas dalam jangka pendek masih positif.  ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Sumber : seputarforex

Tinggalkan Balasan