PT Rifan financindo | Harga Emas Kembali Ke Level 1500 Jelang Rilis Notulen FOMC

PT Rifan Financindo – Harga emas kembali ke atas level $1,500 di sesi perdagangan Selasa (20/Agustus) malam, memperbaiki penurunan lebih dari 1 persen yang terbentuk di sesi sebelumnya. Seperti yang tampak pada chart XAU/USD berikut ini, harga emas naik 0.56 persen ke 1,504.53, menyudahi penurunan dari level puncak 1,528 yang tersentuh pada tanggal 16 Agustus.

xauusd

Sementara itu, harga emas spot naik 0.5 persen ke $1,502.41 per ounce pada pukul 14:59 GMT, setelah sempat merosot mendekati level rendah satu pekan di $1,492.10 pada hari Senin kemarin. Sementara itu, harga emas futures untuk pengiriman Desember di Comex New York naik 0.1 persen ke $1,512.50.

Katalis-Katalis Pendukung Bullish Emas

Koreksi harga emas hari ini masih didukung oleh kekhawatiran akan perang dagang AS-China, ekspektasi pemotongan suku bunga AS bulan depan, serta inversi yield curve obligasi AS untuk pertama kalinya sejak tahun 2007.

“Inversi yield curve AS sungguh menghantui para investor di AS,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi senior di RJO Futures. Ia menambahkan, “Orang-orang dengan senang hati mencari kesempatan untuk buy dips menjelang notulen rapat FOMC serta hasil konferensi di Jackson Hole.”

Analis INTL FCStone, Edward Meir, menuliskan bahwa dalam Simposium Jackson Hole, para pelaku pasar penasaran dengan apa yang akan dikatakan Ketua The Fed Jerome Powell mengenai suku bunga. Apalagi dengan kondisi yield obligasi AS yang sedang terpuruk saat ini.

Notulen FOMC untuk rapat yang telah dilaksanakan pada akhir Juli lalu, akan dirilis pada hari Kamis (22/Agustus) dini hari. Setelah itu, fokus investor akan tertuju ke forum bank sentral di Jackson Hole dan KTT G-7. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : PT Rifan Financindo
Sumber : seputarforex

“Apabila mereka (The Fed) membahas pemotongan suku bunga yang lebih banyak untuk sisa tahun ini, maka harga emas akan lanjut naik. Namun, jika mereka mengatakan akan ‘wait-and-see’. maka harga emas kemungkinan akan mengalami aksi jual,” jelas Haberkorn.